Majelis Dzikir, Manaqib dan Maulid Pesantren Ekonomi Darul Uchwah

By Santri Ekonomi 25 Nov 2019, 21:34:27 WIB Dunia Islam
Majelis Dzikir, Manaqib dan Maulid Pesantren Ekonomi Darul Uchwah

Majelis Dzikir, Manaqib dan Maulidurrosul  Pesantren Ekonomi Darul Uchwah kali ini dihadiri langsung oleh Imam Basyar dari Washington DC, Dr. Mujib Qulyubi, KH Abdul manan, DAI Muda Nu, Direktur Kemahasiswaan UNUSIA  serta asatid asatidzah Pesantren.

Pada majelis kali ini pembahasan lebih ditekankan pada maksud dan tujuan diciptakannya manusia, seperti yang dijelaskan pada surat al – hujarat ayat 13 :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)

Sejatinya setiap manusia itu adalah sama, yang membedakannya hanya 3 hal
1.    Rupa
Manusia di dunia ini hanya memiliki perbedaaan pada rupa nya masng – masing dan tergantung pada darah keturunan, apakah dia ketrunan china yang cenderung memiliki kulit putuh atau keturunan Afrika yang cenderung berkulit Hitam.
2.    Bahasa
Salah satu pembeda anta manusia di dunia yang selanjutnya adalah bahasa. Setiap wilayah dimuka bumi ini memiliki ciri khasa bahasanya sendiri. Seperti misalnya bahasa arab, bahasa hindia, bahasa inggris dan bermacam –macam bahasa yang lain.

3.    Akhlak
Di dalam dunia ini ada bermacam – macam agama kepercayaan. Seperti hindu, budha, islam, kristen dan agama lainnya. Setiap agama memiliki akhlak dan tingkah laku yang berbeda. Itulah selanjutnya yang menjadi pembeda antara manusia di dunia ini.

Maka beruntunglah kita yang berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena .walaupun berasal dari suku yang berbeda – beda,berasal dari bahsa yang berbeda dan dengan pulau yang berbeda – beda juga, namun kita masaih tetap bisa disatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Denga itu, maka kita harus bebangga hati dengan metode – metode dakwah dan cara penyatuan yang dilakukan walisongo untuk menyatukan Indonesia ini. Metode yang selanjutnya di terapkan oleh Nahdlatul Ulama sehingga membawa Indonesia menjadi negara islam terbesar di dunia.

Penulis: Dhea Oktaviana




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment