7 Tips Menumbuhkan Rasa Cinta Dalam Melakukan Ibadah Kepada Allah


hobindonesia.id Ibadah merupakan salah satu bukti cinta seorang hamba kepada tuhannya. Indonesia merupakan negara ketuhanan, sesuai dengan bunyi pancasila yang pertama yaitu “ketuhanan yang maha esa” itu artinya setiap orang yang tinggal di Indonesia diwajibkan untuk memiliki agama kepercayaannya masing-masing. Setiap agama memiliki ritual dalam hal peribadahannya masing-masing ada yang setiap hari datang ke gereja, kuil, kelenteng untuk tionghoa, masjid bagi orang muslim dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Namun tidak jarang terkadang iman kita melemah, turunnya rasa istiqomah dalam menjalankan ibadah, munculnya rasa malas dan lain sebagainya yang pastinya setiap orang pasti pernah mengalaminya tidak terkecuali dengan penulis sendiri.

Maka dari itu kita perlu meningkatkan iman agar kecanduan dalam melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Pertama, jadikan ibadah sebagai suatu kebutuhan bukan suatu kewajiban. Karena jika kita menganggap itu suatu kewajiban maka akan membuat kita merasa terbebani dan akhirnya terpaksa melakukan ibadah tersebut. Tapi, jika kita menjadikan ibadah itu adalah suatu kebutuhan maka kita pasti akan merasa kurang, merasa berdosa, dan gelisah. Ketika tidak melakukan ibadah tersebut sama halnya seperti kita membutuhkan makan agar kita dapat melakukan aktivitas dengan baik dan benar begitulah kita menjalankan ibadah dengan menjadikannya sebagai kebutuhan pokok kita.

Baca Juga : Harlah NU : Mengenang Sejarah Kelahiran NU

Kedua, Jadikan ibadah sebagai aktivitas rutinitas dalam kegiatan sehari-hari. selain menjadikan ibadah sebagai kebutuhan kita juga harus menempatkan ibadah sebagai suatu aktivitas sehari-hari.

Ketiga, perbaiki niat. Karna jika niat kita untuk ria atau ingin dilihat oleh seseorang maka kita akan menjadi seseorang yang munafik karna kita akan melakukan ibadah tersebut apa bila diperhatikan oleh seseorang atau banyak orang sesuai dengan hadits rasulullah shallallahu alahi wasallam :
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ “yaitu sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada apa yang diniatkannya” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi diniatkan lilahi ta’ala semata-mata hanya untuk Allah Swt saja.

Keempat, lawan rasa malas dan ingatkan pada diri sendiri katakan bahwa mungkin beberapa menit lagi malaikat izrail akan datang untuk mencabut nyawa saya, hal ini ditujukan agar kembali rasa semangat dan segera beribadah kepada Allah Swt.

Kelima, ikhlas dalam melakukannya dan berfikir bahwa mungkin hari ini adalah hari terakhir saya untuk beribadah kepada Allah dan ketika sedang mencari nafkah atau mencari ilmu berpikirlah bahwa saya akan hidup selamanya didunia.

Keenam, perhatikan pertemanan dan pergaulan. Kita boleh berteman dan bergaul dengan siapapun, namun alangkah baiknya jika kita memiliki teman yang saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan menjadi penegur saat kita melakukan kekhilafan. Mendukung dan memberi semangat untuk melakukan yabg terbaik, dan memberi nasihat dan mencegah jika perbuatan itu melenceng dari Ridho Allah subhanahu wata’ala .

Ketujuh, perbaiki diri, segalanya akan berubah jika diri kitalah yang memang berniat dan ingin untuk merubahnya karena tidak ada yang lebih tahu tentang diri kita selain diri kita sendiri, maka hal yang paling utama adalah ada pada diri kita sendiri.

Mari kita berbenah diri, karena musuh terbesar bagi seorang muslim adalah hawa nafsu jika kita tidak mampu untuk mengendalikan diri dari godaan setan maka kita akan mudah terjerumus kedalam sumur dosa yang tidak kita ketahui. Maka menjaga ke istiqomahan dalam beribadah tidaklah mudah sedikit saja kita lengah maka setan bisa menguasai diri kita untuk menurunkan iman kita. Maka kita perlu menjaganya dengan terus mengingat allah dengan berdzikiri dan melaksanakan perintahnya lalu meninggalkan larangannya.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Swt dan diberi kemudahan dalam mempertahankan kemudian meningkatkan keimanan dan keistiqomahan kita terhadap-Nya. Karna jika hari ini lebih baik dari hari kemarin merupakan suatu keberuntungan, jika hari ini lebih buruk dari kemarin merupakan suatu kerugian, dan jika hari ini sama dengan hari kemarin itupun merupakan suatu kerugian. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menjalankan hidup agar dapat mempersiapkan bekal dunia akhirat aamiin
.
.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Maulani

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *