Belajar Membaca, Menghafal Al- Qur’an, dan Mengamalkannya

hobindonesia.id Di zaman modern ini ialah zaman yang memudahkan akses jaringan media social yang ingin kita ketahui. Meskipun begitu sumber ilmu pengetahuan pun juga sedemikian rupa. Manusia sebagai makhluk yang social yang memiliki daya nalar yang kuat, harus bisa melatihnya agar penggunaan teknologi dan daya fikir manusia itu seimbang. Di dalam ruang lingkup pondok pesantren santri akan mendapatkan banyak sekali ilmu pengetahuan salah satunya dapat belajar membaca dan menghafalkan quran. Salah satunya di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah akan bisa mengembangkan minat dan bakat dalam mencapainya dan kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai-nilai spritual bagi santriwan santriwati di Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah.

Kegiatan Madrasah Qur’an ini perkenankan kepada santriwan santriwati pesantren ekonomi darul uchwah, karena kegiatan ini akan di ampu langsung oleh Ibu Nyai Pengasuh Pesantren (Bu.Ny.Mufizah). waktunya pun berbeda antara santri putra dan santri putri. Santri putri di agendakan mengikuti kegiatannya pada hari senin,selasa,dan hari rabu, dan santri putra dijadwalkan pada hari kamis,jumat dan sabtu. Kegiatan tersebut dimulai ketika ba’da sholat magrib berada di kediaman dhalem pengasuh pesantren dan diampu langsung oleh ibu nyai. Dan di hari ahad ba’da magrib akan ada kegiatan rutinan yang ada di pesantren yakni “rottiban/rawatib” yakni pembacaan kitab rottibul haddad yang biasa di pimpin oleh pengasuh pesantren langsung yakni K.H.Marsudi Syuhud.

Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Melalui penanaman nilai-nilai keagamaan, dan salah satunya adalah dengan mengajarkan Al-Qur’an kepada para santri putra dan santri putri, menjadi landasan utama dibentuknya madrasah qur’an. Dan di samping itu menjadi wadah bagi para santri untuk lebih intensif belajar membaca dan menghafalkan serta membumikan Al-Qur’an secara berkelanjutan. Menghafal akan lebih mudah jika dilakukan dengan banyak pengulangan (murojaah) sebagaimana yang dilakukan Nabi Adam AS saat belajar menghafal nama-nama benda yang diajarkan kepadanya.
.
Oleh : Ricky Safrizal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *