Berbuat Ihsan pada Segala Sesuatu – Dr. HM. Mujib Qulyubi, MH

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.”

Hadist ini mengandung pelajaran bagi kita semua, ternyata Syariat Islam begitu luas, bukan sekedar mengatur mahdhah hubungan kita kepada Allah saja. Tapi, bagaimana mengatur juga terhadap menyikapi sesama hewan. Artinya melakukan suatu perintah untuk berbuat baik pada diri sendiri, juga pada setiap makhluk,

Hendaknya kita berbuat baik pada segala sesuatu, bukan cuma melakukan kebaikan sesama jiwa manusai saja. Contohya saja, kalau kita hendaknya ingin melakukan pembunuhan, bisa dilakukan dengan cara yang baik. Artinya baik membunuh hewan atau ketika kita dalam melakukan pembunuhan Qishash (pembalasan) maka ketika kita melakuakan hukum Qishash, tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Meskipun Qishash memang hak kita, tapi jangan kita mengqishashnya dengan cara yang tidak manusiawi.

Disamping itu, bagaiman cara menyembelih yang baik? Hendaknya kita memperbaiki apa yang akan kita bunuh dengan cara sebaik mungkin, mulai dari tidak menyakiti apa yang kita sembelih. Misalkan saja, kita bisa menajamkan pisau, lalu hewan itu tidak kita perlihatkan kepada hewan lain yang akan disembelih, dan juga hewan itu tidak kita takuti.
Maka dari situlah ada beberapa adab yang harus kita pelajari bersama, misalkan kita menghadapkan kiblat, dengan menyebut nama Allah SWT.

Dalam suatu ketika ada seseorang yang ingin menyembelih hewan dengan cara menyiksa, Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

أَتُرِيْدُ أَنْ تَمِيْتَهَا مَوْتَات هَلاَ حَدَدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ أَنْ تَضْجَعَهَا

“Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian? Hendaklah pisaumu diasah terlebih dahulu sebelum engkau membaringkannya.” Artinya, kalau hewan itu disiksa duluan, diperlakukan dengan sengsara. Maka sabda Nabi yang seperti itu kita termasuk mematikan hewan dengan berkali-kali, dan itu yang tidak dikehendaki. Dengan begitu, kematian sekali saja dengan pisau yang tajam itu lebih baik.

Mempunyai akhlaq dalam islam itu bukan cuma sekedar sesama manusia saja yang bisa disebut dengan ‘Perikemanusiaan’. Tapi, bagaimana kita menjunjung juga ‘Perikehewanan’. Kita seharusnya menghayati pskilogi hewan terlebih dahulu apabila kita tidak memperlakukannya dengan baik.

Dan perlu diketahui lagi, adab kita ketika menyembelih, adalah kita menyebutkan asma Allah.
Sabda nabi سَمُّوا عَلَيْهِ أَنْتُمْ وَكُلُوهُ

“Kalian hendaklah menyebut nama Allah dan makanlah daging tersebut.”

Suatu ketika, Nabi pernah menyembelih kambing gibas dua yang putih, Nabi meletakkan kakinya diatas lehernya gibas tersebut. Jadi, cara menyembelih Nabi itu yakni seteleh dihadapkan kiblat maka kambing itu lehernya ditahan oleh kakinya Nabi, kemudian Nabi menyebut asma Allah dan menyebut Takbir .

Itulah adat kita, itulah cara kita , itulah akhlaq kita, yang sesungguhnya bukan cuma kepada sesama manusia saja, tetapi islam sangat memperhatikan itu semua, bagaimana hubungan kita dengan hewan.

Harapanya, mudah-mudahan hati kita selalu dilapangkan oleh Allah Swt. Bukan cuma menyayangi sesama manusia saja tetapi kita juga harus menyayangi sesama makhluknya Allah yang akan kita sembelih.

Dalam hadist diatas kita bisa mengambil hikmahnya, bahwa dalam membunuh atau menyembelih diperintahkan dengan cara yang baik, yaitu dengan mengikuti tuntunan syari’at, dan selalu menunjukkan dorongan untuk berbuat ihsan pada segala sesuatu.

~Kajian Bulan Ramadan Pesantren Ekonomi Darul Uchwah bersama Dr. HM. Mujib Qulyubi, MH, kitab Kajian Arbain Nawawi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *