Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bagi Mereka Yang Sudah Terlatih, Alur Propaganda Politik Itu Mudah Dipahami


hobindonesia.id Banyak orang tidak memahami konsep membangun negara, mengelola negara, atau politik negara serta kepemimpinan negara.

Beberapa dari mereka berpikir hal itu gampang atau mudah, padahal itu sama sekali tidak seperti itu. Sesungguhnya hal itu melampaui semua lingkaran hobi secara bertahap, itu adalah rangkaian pengalaman akumulasi yang terjalin dan kompleks, itu adalah kemampuan terhadap kecepatan membaca realitas, memahami tantangannya, menguraikan kode-kodenya, membuka jimatnya, dan menghadapinya berdasarkan landasan ilmiah dan logis dalam sekilas pengalaman yang terakumulasi.

Pengalaman adalah proses kumulatif. Salah satu bagiannya merupakan hasil dari ilmu dan pembelajaran. Sedangkan bagian lainnya didasarkan pada latihan, pembiasaan, fisiognomi, hembusan pikiran, intelejensi yang intens, kecerdasan, dan rekonsiliasi.

Para kritikus kuno memahami pentingnya pengalaman, pelatihan, dan praktik, yang beberapa di antaranya dirasakan oleh indra dan tidak dihitung dengan angka. Sebaliknya, itu mungkin dipersepsi dan tidak dijelaskan. Al-Amidi mengatakan di dalam kitab Muwazanah-nya, berbicara tentang pentingnya pengalaman, pelatihan dan lamanya praktik :”Tidakkah Anda melihat bahwa terkadang di sana ada ksatria yang responsif yang mereka itu hampir bersatu pendapat dalam semua fitur, corak dan kualitas emansipasi dan ketidakmurnian, tetapi salah satu dari mereka mengungguli yang lain dengan sesuatu yang hanya akan disadari oleh orang-orang yang berpengalaman, terlatih dan lama, seperti halnya dalam membedakan unta, pohon kurma, jenis kurma dan semua industri lainnya”.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Negara Kita Ini Adalah Tinggalan Para Pendahulu Kita

Jadi, alur propaganda politik yang dilakukan seseorang itu bisa dan gampang dipahami oleh orang yang sudah lama praktik atau pengalaman. Kritikus kuno memahami atas pentingnya pelatihan, pembiasaan dan praktik.

Sehingga bagi mereka yang paham, cukup dengan perasaan bisa mengetahui. “Saya sejak kecil ikut Gus Dur, sudah lama ikut Gus Dur, jadi saya tau tentang susahnya mengelola negara. Begitu juga propaganda politis yang dilakukan tokoh, saya tau itu arahnya akan ke mana”- Ungkap Dr. KH. Marsudi Syuhud. Artinya digambarkan ada beberapa ksatria yang nampaknya sama hebat, anda dituntut untuk memilih satu di antara semuanya. Lalu bagaimana cara anda memilih ??, anda sebagai orang awam pasti kebingungan. Kalau sekarang misalnya ada momentum pilihan kepala daerah, secara dhohir seolah-olah semua calon adalah sama-sama hebat, sama-sama terlihat punya visi—misi yang baik. Sampai sini, saya yakin bahwa anda sangat kesulitan untuk memilih satu terbaik di antara semuanya. Ini karena anda merupakan orang awam yang tidak pernah terjun dalam dunia pengelolaan negara, semacam menjadi perangkat daerah atau yang terkait dengan profesi yang mengurus negara.

Sebaliknya akan sangat berbeda bagi mereka yang sudah terlatih, terbiasa, dan lama praktik. Bagi mereka yang sudah terlatih, terbiasa, dan lama praktik, hanya dengan perasaannya sudah bisa menemukan siapa yang terbaik. Bukan hanya itu, tetapi juga tahu arah gerakan yang akan dilakukan. Contoh yang lebih kekinian lagi yaitu bahwa beberapa hari lalu ada organisasi yang dibubarkan pemerintah, sejatinya pemerintah sudah tau bahwa nanti kalau mereka sudah dibubarkan pasti mereka akan membuat organisasi baru, hanya saja dengan nama yang berbeda, tetapi orang-orang dan visi-misinya tetap sama atau setidaknya tidak jauh beda.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 13

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *