Dr. KH. Marsudi Syuhud – Banyak Ilmuwan Besar Muslim di Bidang Sains


hobindonesia.id Nilai ilmu mencakup kesempurnaan dalam segala ilmu yang bermanfaat bagi manusia dalam urusan agamanya atau urusan dunianya. Oleh karena itu, kami (pengarang kitab) melihat bahwa Allah (yang maha mulia dan maha agung) berfirman :
إِنَّمَا یَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰۤؤُا۟ۗ
Artinya :“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”(Surat Fathir, ayat 28).
Dia datang dalam konteks berbicara tentang ilmu kosmik, di mana Dia (Allah Swt) berfirman :
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءً فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ ثَمَرَ ٰتٍ مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَ ٰنُهَاۚ وَمِنَ ٱلۡجِبَالِ جُدَدُۢ بِیضٌ وَحُمۡرٌ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَ ٰنُهَا وَغَرَابِیبُ سُودٌ {٢٧} وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَاۤبِّ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَ ٰنُهُۥ كَذَ ٰلِكَۗ إِنَّمَا یَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَـٰۤؤُا۟ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِیزٌ غَفُورٌ {٢٨}
Artinya :“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit, lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat (27). Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun (28)”(Surat Fathir, ayat 27-28).

Dan Dia (Allah Swt) berfirman :
إِنَّ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّیۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَـَٔایَـٰتٍ لِّأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ {١٩٠} ٱلَّذِینَ یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِیَـٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَیَتَفَكَّرُونَ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ {١٩١}
Artinya :“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (190). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (191)”(Surat Ali ‘Imran, ayat 190-191).

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Sebuah Kekuasaan Dibangun Dengan Harta dan Ilmu

Dan Dia (Allah Swt) berfirman :
یَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُوا۟ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُوا۟ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَـٰنٍ
Artinya :“Hai kelompok jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”(Surat Ar-Rahman, ayat 33).
Banyak ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kekuatan di sini adalah kekuatan ilmu.

Dan manakala sejarah Islam dan Arab kita penuh dengan nama-nama para ilmuwan besar dalam ilmu Islam atau ilmu kemanusiaan dan mereka bersusah-payah untuk memperolehnya dan mengetahui buku-buku mereka sampai mereka menjadi tenaga ahli dalam beberapa seni dan ilmu pengetahuan yang tersebar darinya, contoh seperti : Imam Abu Hanifah an-Nu’man (w. 150 H), Imam Malik bin Anas (w. 179 H)), Imam Syafi’i (w. 204 H), Imam Ahmad bin Hanbal (w. 242 H), Imam al-Bukhari (w. 256 H), at-Thabari (w. 310 H), al-Farabi (w. 339 H), Imam al-Syatibi (w. 590 H), Ibn Rusyd (w. 595 H), Al-Hafiz Ibn Katsir (w. 774 H), Ibn Khaldun (w. 808 H), Al-Hafiz Ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H), Imam al-Suyuti (w. 911 H), Imam al-Zarqani (w. 1367 H), dan lainnya.

Dan dalam bidang keilmuan, sejarah keilmuan kita diperkenalkan oleh para ilmuwan besar seperti : Al-Khawarizmi (w. 235 H), Al-Kindi (w. 256 H), Ibn Al-Haytham (w. 430 H), Al -Biruni (w. 440 H), Ibn Al-Baithar (w. 593 H), Abu Bakar Ar-Razi (w. 606 H), Ibn an-Nafis (w. 687 H), Ibn Sina (w. 687 H) dan lainnya.

Kita tidak harus berdiri di atas kemuliaan orang-orang hebat ini dan hanya fokus pada bahwa kita memiliki sejarah panjang dalam ilmu pengetahuan dan peradaban. Akan tetapi kita harus meletakkan blok bangunan dan sidik jari kita dalam sejarah manusia dan memasukinya melalui pintu ilmu pengetahuan modern yang telah menjadi transformasi digital, kecerdasan buatan, dan menembus dunia luar angkasa adalah salah satu fitur terpentingnya.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 44

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *