Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bersikaplah Sama Pada Semua Orang


hobindonesia.id Berikut ini adalah catatan Sayyidina Umar bin Al-Khattab R.A. Dia menulis pesan sejarahnya kepada Abu Musa Al-Ash’ari tentang urusan peradilan, dan dia berkata :
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ الْقَضَاءَ فَرِيْضَةٌ مُحَكَّمَةٌ وَسُنَّةٌ متَّبَعَةٌ، فَافْهَمْ إِذَا أُدْلِيَ إِلَيْكَ فَإِنَّهُ لاَ يَنْفَعُ تَكَلُمٌ بِحَقٍّ لاَ نَفَادَ لَهُ، وَآسِ بَيْنَ النَّاسِ فِي وَجْهِكَ وَمَجْلِسِكَ وَعَدْلِكَ حَتَّى لاَ يَيَأْسُ الضَّعِيْفُ مِنْ عَدْلِكَ، وَلاَ يَطْمَعُ الشَّرِيْفُ فِي حَيْفِكَ
Artinya :“Amma ba’du, Sesungguhnya peradilan adalah ketetapan pengadilan dan merupakan ketentuan yang berlaku. Jadi pahami bahwa jika diberikan kepada Anda, maka tidak ada gunanya berbicara tentang kebenaran yang tidak ada habisnya. Dan bersikaplah sama di antara orang-orang di pandangan Anda, dewan Anda dan keadilan Anda, sehingga orang yang lemah tidak putus asa akan keadilan Anda, dan orang yang terhormat tidak mengharapkan ketidakadilan Anda”(Sunan Daroquthni : Kitabun fil Aqdliyati wal Ahkami wa Ghairi Dzalika, Hadis nomor 3924).

Jadi, Sayyidina Umar bin Al-Khattab meminta gubernurnya di Kufah, Abu Musa Al-Asy’ari, untuk memberikan orang-orang kesetaraan penuh di Dewan Yudisial, dengan mengatakan :“آسِ بَيْنَ النَّاسِ فِي مَجْلِسِكَ وَوَجْهِكَ (Bersikaplah sama di antara orang-orang di dewan Anda dan di pandangan Anda)”. Artinya, hingga dalam cara mereka duduk dan cara mereka memandang. Jadi jangan menerima salah satu dari mereka dengan hormat dan menerima yang lain dengan sebaliknya. Atau Anda memanggil seseorang dengan namanya saja dan memanggil orang yang lain dengan gelar atau nama julukannya. Demikian itu sehingga orang yang kuat tidak bercita-cita pilih kasih atau kehormatan, atau orang yang lemah akan putus asa akan kebenaran dan keadilan.

Dengan keadilan yang komprehensif dan non-selektif, penegakan hukum untuk semua orang, supremasi negaranya, dan penghormatan terhadap kedaulatan peradilan, maka keamanan psikologis dan stabilitas masyarakat akan tercapai. Sungguh para sarjana telah mengatakan :
إِنَّ اللهَ (عز وجل) يَنْصُرُ الدَّوْلَةَ الْعَادِلَةَ وَإِنْ كَانَتْ كَافِرَةً وَلَا يَنْصُرُ الدَّوْلَةَ الظَّالِمَةَ وَإِنْ كَانَتْ مُؤْمِنَةً
Artinya :
“Sesungguhnya Allah (yang Maha Kuasa dan Maha Agung) menolong negara yang adil meskipun itu adalah orang kafir, dan tidak menolong negara yang tidak adil meskipun itu adalah orang yang beriman”. Hal yang paling berbahaya tentang otoritas paralel adalah kelompok atau faksi sektarian, etnis atau sektarian yang mencoba mendapatkan kekuatan dan faktor pengaruhnya dari negara lain, yang menjadikan kesetiaan pertama dan terakhir kepadanya, yang berbuat untuknya di satu sisi dan memperkuatnya di sisi lain.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 37

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *