Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bersyukur dan Waspada Modal Utama Mencapai Kesuksesan

hobindonesia.id Bersyukur dan selalu waspada masih menjadi modal utama dalam menghadapi pikiran negatif di masa lalu.

Masa lalu yang menggembrikan, belum tentu bisa menghadapi masa sekarang dengan menggembrikan juga. Contohnya, dalam suatu keluarga, ada sosok anak yang mempunyai ayah dengan keadaan ‘kaya raya’ artinya, kehidupan anaknya selalu terpenuhi, tanpa adanya kekurangan sama sekali dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Suatu ketika sang ayah di ambil nyawanya oleh Allah Swt, di saat anaknya belum tumbuh dewasa. Maknanya, masa lalu si anak memang dalam kondisi menggembirakan dan menyenangkan tanpa ada beban sama sekali. Tapi, semenjak ditinggal oleh kedua orang tuanya, dia baru merasakan pahitnya hidup. Itulah yang disebut ‘masa lalu yang menggembirakan belum tentu bisa merasakan masa depan yang menggembirakan juga’.

Lantas ada beberapa pertanyaan, ketika masa lalu kembali lagi ke diri anda dengan kondisi sekarang. seperti apa anda bisa mengalahkannya? Dengan ekspresi wajah seperti apa? cara nafasnya tersengal-senggal atau tidak? bagaimana anda berfikir untuk menghadapinya? Dan bagaimana anda mengatasinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semuanya harus diatasi bukan dibiarkan saja.

Setiap orang selalu ingin mengambil sisi positif dari sebuah masa lalu. Dengan begitu selalu ada pelajaran penting dari gagalnya masa lalu. Lalu, tekanan untuk selalu berusaha memperbaiki dan terus berusaha untuk mencapai masa depan yang lebih baik, masih menjadi keingiana setiap orang.

Baca juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Belajar dari Masa Lalu Demi Mencapai Kesuksesan Dimasa Depan

Di kehidupan nyata, banyak sekali anak orang kaya, tapi entah kenapa anaknya belum bisa mencontoh ayahnya dengan baik. Sebab, si anak belum bisa memanfaatkan dengan baik masa lalunya dan terlalu menyia-yiakan waktunya.

Lantaran begitu, masa lalu hanya untuk belajar, dan selalu berhati – hati agar tidak terjadi hal buruk yang sudah kita lalui lagi dalam mencapai masa depan. Waktu sekarang, digunakan untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Sebab dengan adanya pengalaman yang baik, anda bisa mengahadapi masa depan dengan modal pengalaman yang sama. Maka dari itu jadilah orang profesional yang bisa menggunakan skill dengan baik. Jangan terus menerus menjadikan masa lalu sebagai lamunan. Sebab itu semua bisa membunuh anda sendiri.

Ketika anda dihadapkan dengan masa lalu, bagaimana caranya agar membersihkan dari perasaan yang negatif?. Jawabannya jadikanlah pengalaman masa lalu sebagai skill dan selalu mempunyai perasaan positif. Kalau sudah ada itu, anda tidak akan takut. Artinya skill dan perasaan yang positif harus balance untuk menghadapi perasaan-perasaan yang negatif. Dengan begitu, anda akan menjadi orang hebat dan akan terus mempunyai rasa tidak takut dalam setiap mengambil keptusan.

Sebab orang dikatakan hebat yakni ketika orang lain bangga pada diri anda dan anda juga bangga pada diri anda sendiri.

Di samping itu, setiap orang tidak mungkin, mempunyai dua perasaan yang sama. Pilihlah salah satu dari kedua perasaan tersebut. Artinya kalau positif datang, yang negatif hilang. Begitupun sebaliknya. Dengan begitu, masa lalu bisa hilang.

Dan jangan sampai anda mempunyai pikiran negatif pada diri anda sendiri, seketika itu anda akan turun mentalnya, makanya harus percaya diri. Artinya, rasa kepercayaan anda tergantung pada pikiran anda pada saat itu. Dengan begitu, mari kita selalu hadirkan hal positif pada diri anda masing-masing.

~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

1 Response

  1. June 29, 2020

    […] Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bersyukur dan Waspada Modal Utama Mencapai Kesuksesan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *