Dr. KH. Marsudi Syuhud – Dalam Ekonomi Islam Usaha Negara Tidak Hanya Menguntungan Individu


hobindonesia.id Cabang kedua ini menjelaskan tentang rekonsiliasi antara dua maslahah dalam kondisi kontradiktif, yang mana menyatukan antara dua maslahah individu dan kemaslahatan sosialis dalam keadaan konflik kepentingan.

التوفيق بين مصلحة الفرد ومصلحة الجماعة في حالة التعارض

Dengan demikian anda harus memahami tentang 1) Ekonomi Kapitalis 2) Ekonomi Sosialis, dan 3) Ekonomi Islam / Ekonomi Ketuhanan / Ekonomi pancasila. Maka dari itu mari, kita fahami secara rinci.

1.Ekonomi Kapitalis الاقتصاد الرأسمالي mendahulukan kemaslahatan individu dari pada kemaslahatan masyarakat. Dan dari sana, ekonomi kapitalis akan mewariskan kebebasan dengan penuh dalam praktek kegiatan ekonomi.

Sistem Ekonomi kapitalis lebih mengarah pada pihak swasta atau ke individu – individu bukan negara. Maka dari itu ada 4 faktor modal yakni, produksi, pengusaha, sumber daya alam, dan pekerja. Itu semuanya bisa dimiliki oleh swasta. Sebab itulah sistem kapitalisme menyangkut pasar besar.

Kebijakan ekonomi kapitalis ini sungguh telah mengakibatkan keuntungan, dari keuntungan itu adalah memutlakkan stimulus perorangan, inisiatif pribadi dan motif pertumbuhan; seperti halnya peluncuran kegiatan ekonomi, keanekaragamannya dan kecepatan pertumbuhannya.

Namun, hal tersebut menimbulkan kerugian, dan yang terpenting adalah kecenderungan kegiatan ekonomi untuk mencapai keuntungan terbesar terlepas dari kebutuhan dasar umum dan meluasnya pengangguran dan krisis ekonomi.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Tiga Prinsip Kemaslahatan Dalam Ekonomi Islam

Selanjutnya buruknya distribusi revolusi dan masuknya serta eksaserbasi fenomena ketimpangan antar kelas yang dalam pandangan ekonomi kapitalis adalah benih segala kejahatan karena akan menyalakan api kebencian, memprovokasi perpecahan, konflik, kontradiksi dan merusak kohesi masyarakat.

Dan pada dasarnya tujuan ekonomi kapitalis mendahulukan kemaslahatan individu dan menomerduakan masyarakat. Sektor- sektor kegiatan ekonomi yang diutamakan juga individu. Pandangan ekonomi kapitalis, melihat publik sebagai kumpulan individu – individu. Dan perlu diketahui lagi,bahwa awal mulanya adanya ekonomi kapitalis dimulai dari abad 16.

2. Adapun Ekonomi Sosialis أما الاقتصاد الاشتراكي yakni sistem yang masyarakat mempunyai kesetaraan atas faktor – faktor produksi, dann yang mempunyai peran penuh adalah pemerintah. Sebab faktor produksi dalam sistem ekonomi sosialis, dimiliki oleh masyarakat dan sepenuhnya diatur oleh negara.

Dan dari sana, negara masuk dalam setiap kegiatan ekonomi dan mencegah kepemilikan khusus untuk perangkat produksi. Artinya ekonomi sosialis sesungguhnya hanya merealesasikan dengan metode yang tidak bertemu pada kemaslahatan individu, karena individu tidak akan bisa hidup kecuali dalam masyarakat dan sesungguhnya nilainya adalah dengan mempertimbangkan nilai masyarakatnya.

Disamping itu kebijakan ekonomi sosialis muncul di abad 19 ini sungguh telah menyebabkan keuntungan, yang paling penting dari keuntungan itu adalah menjamin kepuasan kebutuhan-kebutuhan umum, sistem produksi, mencegah pengangguran, krisis ekonomi; seperti halnya menjaga kemaslahatan mayoritas proletar, mengobati pengalokasian pemberontakan dan mencairkan perbedaan antar kelas.

Sekalipun begitu telah menyebabkan keburukan yang paling penting-nya adalah : lemahnya stimulus individu, gerakan individu dan pendorong kemajuan ekonomi; disamping itu tekanan-tekanan yang berbeda-beda, kompleksitas administrasi, kontrol birokrasi, aturan kediktatoran, kesewanang-wenangan, ketidak adanya kebebasan dan perasaan aman.

Kalau Ekonomi islam itu lebih dulu yakni, awal 760 Masehi. Abad awal ke 7. Jadi, lebih dulu ekonomi islam dari pada ekonomi kapitalis, ekonomi sosialis.

Sedangkan ekonomi islam akan dibahas lebih lengkapnya diketerangan selanjutnya.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis : Afan Abdillah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *