Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ekonomi Islam itu Tua, Setua Islam Itu Sendiri


hobindonesia.id Dalam pertemuan yang ke 51 kali ini akan menjelaskan tentang ‘Modernitas Substansi Ekonomi Islam’, pertama Ekonomi Islam Setua Islam : Islam (sebagaimana disebutkan sebelumnya) bukan sekedar keyakinan agama, tetapi juga organisasi politik, sosial dan ekonomi masyarakat. Inilah yang diungkapkan beberapa orang dengan mengatakan bahwa Islam adalah “agama dan dunia”: dan apa yang diungkapkan orang lain bahwa Islam adalah “doktrin dan hukum”.

Islam tidak datang seperti agama lain hanya untuk bimbingan spiritual “dan untuk memberikan apa yang Kaisar kepada Kaisar, dan apa itu Tuhan Tuhan”. Sebaliknya, ia datang untuk mengatur kehidupan manusia dalam berbagai aspek, baik politik, sosial atau ekonomi. Rasulullah SAW bukan hanya seorang nabi, tapi juga seorang eksekutor penguasa.

Karenanya, ekonomi Islam setua Islam.

2 – Modernitas Ekonomi Islam :
Meskipun ekonomi Islam sudah ada sejak kemunculan Islam empat belas abad yang lalu, ajarannya sebagai substansi terpisah masih sangat baru. Penelitian tentang mata pelajaran ini dan bidang pengajarannya masih terbatas.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Universitas Al-Azhar Itu Universitas yang Pertama Kali Merintis Pengajaran Ekonomi Islam

Kami di sini bukan untuk menyelidiki penyebab kekurangan atau kontradiksi itu, dan ini cukup untuk menunjukkan bahwa Islam telah memperkenalkan prinsip-prinsip baru dan pokok-pokok yang berbeda di bidang ekonomi. Kajian ekonomi Islam tumbuh subur di era Islam pertama, sehingga kita menemukan berbagai kitab fikih kuno yang sarat akan gagasan ekonomi orisinal yang sesuai dengan gagasan dan teori ekonomi modern terhebat. Nyatanya, literatur ekonomi pertama di dunia yang bercirikan ilmiah baru muncul pada abad ketujuh M, di bawah Islam dan di tangan para penulis Arab (Lihat Dr. Mohamed Saleh, Pemikiran Ekonomi Arab, Jurnal Hukum dan Ekonomi yang diterbitkan oleh para profesor Fakultas Hukum di Universitas Kairo, edisi Maret dan Oktober 1932). Kemudian studi ekonomi Islam mengalami kemunduran sebab menutup pintu ijtihad sejak abad keempat H., di mana studi syariah berhenti. Oleh karena itu, studi ekonomi Islam dibekukan menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, studi tentang ekonomi Islam tertinggal sampai umat Islam sendiri melupakannya dan tidak ada dalam benak para ulama mereka. Banyak cendekiawan masih tidak membayangkan keberadaan ekonomi Islam yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat modern atau bertentangan dengan dua ekonomi kapitalis dan sosialis yang berlaku.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 51

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *