Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ikutilah Kelompok yang Senantiasa Bersikap Moderat


hobindonesia.id Tidak mungkin bagi orang sehat ‘akalnya’, patriotik (bersifat cinta pada tanah air), atau yang paham agamanya dengan pemahaman yang benar untuk memungkiri bahwa sesungguhnya panen dakwah kelompok-kelompok ekstremis yang terbungkus ini secara tidak adil dan secara tidak benar menggunakan jubah agama adalah panen pahit yang sangat pahit.

Maka sungguh mereka telah menanam duri, kemudian kita menuai pare dan lintah, itu semua adalah sebuah perumpamaan. Dengan begitu menjadi keharusan bagi kita mengorbankan usaha maksimal untuk memperbaiki kerusakan yang telah dirusak kelompok-kelompok saat ini yang sesat dan penipu.

Manakala kita belajar dari sejarah, nampak bahwa kelompok ekstrim kanan atau kiri tidak akan bertahan lama. Demikian yang kita ketahui, maka Anda hendaknya mengikuti kelompok atau organisasi yang senantiasa bersikap moderat, seperti NU (Nahdlatul Ulama) yang punya Ulama banyak, entah di dalam maupun di luar negeri. Ini bukan tanpa alasan, namun selaras dengan firman Allah :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا
Artinya :“Dan demikian, Kami jadikan kalian umat yang tengah-tengah” (QS. A-Baqarah 2 : 143).

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kelompok Ekstrim Kanan Menyebabkan Adanya Islamophobia

Sebagaimana telah menjadi keharusan dan kewajiban tertentu bagi Ahli ilmu yang berkompeten yang faham yang sadar juga nasionalis harus menggandakan upayanya untuk menyangkal plagiarisme yang salah, distorsi yang di-lebih-lebihkan dan interpetasi yang bodoh. Jangan mengambil kesalahan mereka.

Anda hendaklah menyengkal pemahaman mereka yang salah dan kaku. Tidak cukup hanya soal boleh dan halal. Seharusnya boleh, halal dan sesuai. Dalam agama, sebuah negara boleh menggunakan pancasila, atau khilafah, atau monarki. Artinya semua sistem itu tidak bertentangan dengan agama. Semua sistem itu boleh dan tidak bisa disalahkan.

Penerapan khilafah di Indonesia menurut sudut pandang agama adalah boleh dan halal, akan tetapi tidak sesuai. Anda tentu sudah tahu sendiri, di Indonesia terdapat banyak suku dan agama. Sehingga kemudian yang perlu disalahkan bukan sistemnya, melainkan orangnya yang sejatinya terlalu ekstrim kanan atau ekstrim kiri.

Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi dan panutan kita umat akhir zaman sudah mencontohkannya dengan piagam Madinah. Jadi, Anda tidak perlu takut pada pancasila. Pancasila tidak bertentangan dengan agama dan tidak mengurangi atau menghalangi bagaimana cara Anda beragama.

Saya (pengarang kitab) telah berusaha untuk mengoreksi dalam buku ini banyak kesalahpahaman tentang membangun negara dan menjelaskan pentingnya melestarikannya.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kelompok Ekstrim Kanan Menyebabkan Adanya Islamophobia

Menegaskan bahwa kepentingan negara tidak menguntungkan anda dari tujuan agama, memperingatkan terhadap entitas keseimbangan di negara-negara yang kekuasaan dan lembaganya bertentangan dengan kompetensi mereka, membedakan antara Pluralisme politik yang diperlukan dan entitas penyeimbang yang berbahaya sebagaimana membedakan antara kepentingan dalam perspektif negara dan kekacauan kelompok, mengingatkan keseriusan jatuhnya ekonomi negara dan kebutuhan negara untuk memperhatikan perbatasan mereka, persatuan nasional mereka dan pencapaian kewarganegaraan yang setara di antara anak-anak mereka tanpa diskriminasi atas dasar agama, warna kulit, jenis kelamin atau ras.

Hasilnya adalah nanti kita membahas mengenai urgensi menjaga negara yang sudah mergeka dan berdaulat. Bahwa kemerdekaan sebuah negara adalah bagian dari tujuan agama. Maka tak heran kalau pada saat itu KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan fatwa resolusi jihad حُبُّ الْوَطَنِ مِنَ الْإِيْمَانِ(cinta tanah air adalah sebagian dari iman) dan KH. Wahab Hasbullah menciptakan lagu شُبَّانُ الْوَطَنِ (pemuda tanah air). Demikian juga tidak menafikan banyak topik lainnya yang akan dibahas.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 05

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *