Dr. KH. Marsudi Syuhud – Jabatan Itu Sebuah Tanggung Jawab di Dunia dan Akhirat


hobindonesia.id Pertama kali yang anda pertimbangkan sebelum menerima pekerjaan atau jabatan adalah kewajibannya, bukan hak. Semua orang adalah pemimpin dan akan ditanyai oleh Allah perihal kepemimpinannya. Dengan demikian, maka tidak benar dan tidak semestinya orang yang bertanggung jawab itu semaunya sendiri, atau tidak menindaklanjuti atau memeriksa rincian semua tugas yang termasuk dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, dan kita semua harus menyadari bahwa kepercayaan tidak berarti kegagalan untuk menindaklanjuti, dan bahwa tindak lanjut tidak berarti kurang percaya diri. Artinya walaupun anda yakin bisa, anda dituntut senantiasa melakukan tugas-tugas anda secara professional, memeriksa kekurangannya, memperbaiki dan mengevaluasi kinerja anda.

Demikian pula, setiap pejabat dalam lingkup tanggung jawabnya dituntut untuk memilih di antara para asisten atau para pembantu yang kuat dan dapat dipercaya, serta memilih yang paling cakap dan paling efisien. Jadi, barang siapa yang menolak seorang pria dalam kelompok dan di antara mereka ada seseorang yang lebih cocok untuk tugas daripada dia, dengan segala makna dari kata lebih pantas, maka dia telah mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, mengkhianati tanah air dan mengkhianati kepercayaan yang dia tanggung. Seperti sabda Nabi kita Muhammad Saw :
مَا مِنْ رَجُلٍ يَلِي أَمْرَ عَشَرَةٍ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ إِلَّا أَتَى اللّٰهَ مَغْلُولًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَدُهُ إِلَى عُنُقِهِ، فَكَّهُ بِرُّهُ أَوْ أَوْبَقَهُ إِثْمُهُ
Artinya :”Tidak ada orang yang memimpin suatu urusan sepuluh atau lebih, kecuali pada Hari Kiamat dia datang kepada Allah dalam keadaan tangannya terbelenggu sampai ke lehernya, kebaikannya memutuskannya atau dosanya kekal padanya”(Musnad Ahmad : Bagian 48 /halaman 410 hadis nomor 22960).Yakni misalnya anda sebagai pemimpin tertinggi, anda itu diharapkan mampu memberi tanggungjawab pada orang yang mampu dan juga amanah. Sebagai contoh anda sebagai presiden yang memiliki menteri yang kinerjanya tidak sesuai harapan dan di waktu yang bersamaan ada orang lain yang lebih sesuai untuk melaksanakan tugas itu, maka anda tidak boleh menolak orang itu sebagai penggganti menteri yang sebelumnya.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Pertimbangkanlah Beban dan Tanggung Jawab Sebelum Memutuskan Menerima Tawaran Pekerjaan

Kita harus menyadari bahwa harinya akan tiba ketika semua orang akan diberitahu :
وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡـُٔولُونَ
Artinya :“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”(Surat Ash-Shaffat, ayat 24).
Dan Allah Swt berfirman :
یَوۡمَىِٕذ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِیَةٌ
Artinya :”Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Tuahmu), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah)”(Surat Al-Haqqah, ayat 18).
Urusan kecil atau besar sebagaimana yang maha benar (Allah Swt) mengatakan :
یَـٰبُنَیَّ إِنَّهَاۤ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ مِّنۡ خَرۡدَلٍ فَتَكُن فِی صَخۡرَةٍ أَوۡ فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ أَوۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ یَأۡتِ بِهَا ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِیفٌ خَبِیرٌ
Artinya :”Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui”(Surat Luqman, ayat 16). Allah itu maha melihat atas segala sesuatu, tak terkecuali anda sebagai seorang pekerja juga dilihat Allah. Oleh karena itu, urusan pekerjaan bukanlah hal sepele. Pekerjaan itu sebuah tuntutan di dunia dan akhirat. Jadi kalau anda diberi pekerjaan atau sebuah jabatan, maka anda harus amanah.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 17

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *