Dr. KH. Marsudi Syuhud – Jadikan Tujuanmu Hanya Kepada Allah SWT


hobindonesia.id Orang yang memiliki sifat optimis memiliki pikiran akan masa depan yang baik dan sudut pandang yang positif dalam melihat suatu problem. Menerapkan sikap optimis pada kehidupan sehari – hari penting untuk dilakukan. Dengan belajar dari orang – orang yang sudah sukses dalam berbagai karirnya, bermodal dari mengambil hal yang baik dari setiap masalah dan selalu mengedepankan berfikir optimis.

Menjadi orang optimis bisa dikatakan suatu perintah yang akan selalu anda jalanin di manapun anda berada. Dengan menggunakan kemampuan anda untuk melakukan kebaikan adalah kewajiban kita sebagai manusia yang saling membutuhkan. Maka dari itu harus optimis, setiap bangun pagi sampai tidur lagi harus selalu optimis. Itulah sesungguhnya nilai dalam menjalani hidup.

Jadi, sebuah kebaikan akan menjadi suatu wasilah untuk mendapatka sesuatu yang bermanfaat. Dengan bekal melakukan sesuatu yang baik dalam sitausi apapun, lakukang dengan yang terbaik, dari situlah menjadi sebuah perantara kesuksesan anda. Pada akhirnya anda akan menemukan kemampuan anda.

Seperti halnya, yang sudah di jelaskan sebelumnya tentang hukum tarik menarik, dari melakukan kebiasaan, kalau ada kemauan lakukan dengan semampu anda, jangan berfikiran hasil akhir, di samping itu, ‘terkadang orang terbunuh oleh kepandaiannya sendiri’ artinya merasa pandai, dia tidak mau melakukan job yang tidak sesuai dengan keinginannya. Maka hukum menarik akan selalu ada dalam kehidupan kita sehari – hari. Tapi, ketika anda mempunyai sopan santun, tidak harus merasa pintar, dan kalau orang lain menganggap anda sebagai orang yang pantas, anda akan di percayai banyak orang.

Sama halnya hukum referensi, orang bisa dilihat dari apa yang ada dipikirannya, apa yang ada di otaknya, dan apa yang ada di matanya. Artinya, kebaikan orang bisa lihat dari apa yang sudah anda perbuat pada orang lain, jadi referensi pemikiran orang lain akan tertuju pada anda.

Dan hukum sekitar resiko, ketika orang lain memilih anda karena anda dianggap mampu, artinya anda mampu melakuakan tugas yang sudah di amanahkan, disitu letak hukum sekitar resiko. Jadi, resiko yang ada di dalam diri anda terlihat dari respon orang lain, kalau anda dianggap publik sebagai orang yang baik, anda akan selalu dianggap baik, begitupun sebaliknya,

Dan sesungguhnya di dalam ketiga hukum tersebut, yang perlu anda ketahui lagi, di dalamnya ada nilai – nilai yang bisa dijadikan pedoman anda, dalam mencapai orang yang optimis. Jadi yang menjadikan orang lain tertarik kepada anda, ketika orang lain bisa menilai diri anda secara keseluruhan.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Masyarakat Cina dan Emas dibalik Lumpur

Maka dari itu, anda harus bisa menunjukan kepada publik kualitas anda yang sebenarnya, bahwa anda mampu melawan rasa malu dan siap menjadi orang yang optimis. Dan sesungguhnya Allah Kun Fayakun. Kalau allah sudah bersama pada usaha anda, maka “jadilah anda”

Optmislah anda dengan melakukan hal yang baik, di suruh atau tidak, sebab dari situlah akan menjadi kebutuhan anda nantinya, optimis akan lebih baik jika selalu di iringi dengan usaha. Sebab dari dua modal itulah, kesuksesan anda di uji. Cita- cita anda yang inginkan harus selalu di iringi dengan proses yang sesuai dengan tujuan anda.

Dan yang perlu di ingat – ingat lagi, bahwa melakukan apa saja niatkan hanya karena Allah, lakukan apa saja yang anda senangi terlebih dahulu. Dengan begitu tanamkan di diri anda bahwa anda mampu untuk melawan rasa ego yang ada di dalam diri dan selalu optimis dalam menjalani setiap rintangan yang ada, jadi santri darul uchwah harus bisa memposisikan diri sebaik mungkin, guna menghadapi masyarakat nantinya. Dengan modal mendekatkan diri kepada Allah.

Di sisi lain, respek berbuat baik kepada orang lain terlebih dahulu, berlatih untuk memberi terlebih dahulu, sebab orang yang selalu memberi pasti tangan di atas, dan tangan di atas di ibaratkan dalam suatu organisai adalah sebagai pimpinan, kalau sudah jadi pemimpin akan selalu di hormati banyak orang. Kalau ingin di hormati itu jangan minta- minta. Tapi, harus memberi.

Dan perlu diketahui lagi, tidak ada kata sia-sia dalam menjalani setiap proses, lakukan semuanya hanya karena Allah, sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang selalu melakukan kebaikan.

Optimis melakukan kebaikan akan mendapatkan hasilnya, dan kuncinya adalah kesabaran. Lakukanlah mulai dari sekarang, anda harus bisa menerima diri anda jadi siapa saja. Artinya anda harus bisa bersyukur terus apa yang ada di dalam diri anda sekarang, dalam kondisi apapun harus anda terima, sebab kalau tidak, anda akan terus – menerus menyalahkan orang lain. Meskipun kedua orang tua anda dalam kondisi yang ‘kurang mampu’ anda harus selalu bersyukur.

Membangkitkan kemampuan dan menemukan kemampuan adalah sekaranglah waktunya, dan anda haru fokus pada satu tujuan.jadikanlah semua karena allah, sebab pada realitasnya pasti anda akan menemukan orang yang tidak suka pada anda, ada orang yang mencaci maki pada anda, atau bisa sebaliknya, kalua anda menemukan orang seperti itu, biarkan saja. Karena apa yang anda kerjakan itu bukan karena orang yang telah mencela anda, tapi semua itu karena Allah.

Dan semoga kita semua termasuk orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Aminn

~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *