Dr. KH. Marsudi Syuhud – Jangan Membunuh Karena Keyakinan


hobindonesia.id Islam adalah agama akal sehat. Islam juga merupakan seni membuat hidup, bukan membuat kematian, bahkan ketika hukum qishash disahkan di dalam firman-Nya (Allah) Yang Maha Kuasa :
وَلَكُمۡ فِی ٱلۡقِصَاصِ حَیَوٰةٌ یَـٰۤأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya :“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”(Surat Al-Baqarah 179).

Dia (Allah) menetapkannya untuk melestarikan kehidupan, dan tidak ada bid’ah dalam hal itu. Perintah di dalam Taurat juga demikian, di mana Dia (Allah Swt) yang maha benar, bersabda :
وَكَتَبۡنَا عَلَیۡهِمۡ فِیهَاۤ أَنَّ ٱلنَّفۡسَ بِٱلنَّفۡسِ وَٱلۡعَیۡنَ بِٱلۡعَیۡنِ وَٱلۡأَنفَ بِٱلۡأَنفِ وَٱلۡأُذُنَ بِٱلۡأُذُنِ وَٱلسِّنَّ بِٱلسِّنِّ وَٱلۡجُرُوحَ قِصَاصٌۚ فَمَن تَصَدَّقَ بِهِۦ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَّهُۥۚ
Artinya :”Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qishaash)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya”(Surat Al-Ma’idah 45).

Orang-orang Arab dalam Jahiliyyahnya biasa berkata : Pembunuhan adalah penyangkalan saya sendiri terhadap pembunuhan, yaitu, jika si pembunuh tahu bahwa dia akan membalas dendam darinya atas pembunuhan, dan bahwa hukumannya akan sama dengan tindakannya, dia akan berpikir seribu kali sebelum membunuh. Itulah apa yang diungkapkan dengan pengekangan, penangkalan, atau dengan kekuatan penangkalan preventif.

Adapun untuk berperang, legitimasinya adalah untuk membela diri sendiri atau tanah air, atau untuk membalas pengkhianatan, konspirasi atau agresi. Ketika Nabi Muhammad Saw melihat seorang wanita tua yang terbunuh dan kafir dalam salah satu pertempuran, beliau bersabda :
مَا كَانَتْ هَذِهِ لِتُقَاتِلَ
Artinya :“Dia ini tidak untuk dibunuh”. Lalu beliau memerintahkan seorang lelaki lalu bersabda :
الحَقُّ خَالِدًا، فَقُلْ : لا تَقْتُلُنَّ ذُرِّيَّةً وَلا عَسِيفًا
Artinya :”Kebenaran itu abadi, katakanlah : Jangan membunuh keturunan dan jangan kejam”(Musnad Ahmad : Bagian 38/Halaman 108, Nomor 1761).

Agama kita yang benar melarang membunuh wanita kecuali mereka yang berperang, dan orang tua kecuali mereka yang berperang, dan melarang membunuh anak-anak, membakar tanaman, dan menebang pohon kecuali jika musuh membentengi diri dengannya dan tidak ada pilihan untuk menebangnya. Islam juga melarang membunuh petani di pertanian mereka, dan biksu di silo mereka, bahkan jika membunuh itu saling berhadapan dengan keyakinan pada apa yang dilarang Nabi kita Muhammad Saw dan para Khulafaur Rasyidin setelahnuya dari membunuh orang-orang ini bersamaan dengan tidak percayanya mereka pada Islam.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 61

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *