Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kebersihan Menjadi Tahapan Hidup yang Paling Utama


hobindonesia.id Terkadang persoalan besar, timbul dari masalah yang remeh, atau juga bisa sebaliknya. Persoalan besar bisa diselesaikan dengan hal yang sepela. Padahal bisa saja, hal yang anda anggap sepele saat ini, bisa membawa anda pada kemanfaatan yang besar.

Seperti halnya ceritanya, pasangan suami istri yang menginginkan perceraian, kejadian yang terjadi di daerah Montreal (kota terbesar kedua di kanada), suatu ketika ada pasangan suami istri yang menghadap ke pengarang kitab, lantas si istri disarankan untuk naik mobil dan mendengarkan suara dari kaset tentang sebuah motivasi hidup, setelah itu istri tersebut disuruh beli bunga untuk ditaruh kamar. Tapi, yang menjadi masalah, kamar yang ditempati sekarang berantakan dan tidak layak untuk ditempati. Dengan begitu, istri tersebut mempunyai inisiatif untuk membersihkan kamarnya dan menaruh bunga yang sudah di belinya.

Bermula dari cuma membersihkan kamar yang berantakan, dia mulai sadar dan mempunyai inisiatif untuk membersihkan secara keseluruhan area dalam rumah yang masih berantakan, sampai – sampai badannya-pun di bersihkan. Artinya yang awalnya tidak terlalu memperdulikan bau badan, atau yang selayaknya dipakai demi kebersihan diri dari dalam dan luar, dia mulai saat itu juga secara rutin memakainya.

Kebersihan sekarang menjadi kebiasaannya, semenjak dia datang ke ‘pengarang kitab’ lalu di suruh mendengarkan sebuah motivasi. Dari situlah kesadaran akan kebersihan dia muncul.

Tidak, sampai disitu saja. Si istri masih kebingungan dengan tujuan utama ‘pengarang kitab’ mengasih bunga dan suruh membersihkan ruangan- ruangan yang masih berantakan.

Tapi, ingat ‘langkah untuk berubah itu berawal dari diri kita sendiri,’ dan terkadang ada tantangan yang ada di depan kita, tapi kita masih cuek dengan hal tersebut. Dan pada akhirnya kita menyesal.

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”, Surat Ar-Ra’d: 11

Ayat di atas sering kali digunakan memotivasi orang agar selalu berbuat baik dan berjuang semaksimal mungkin demi mencapai sebuah kesuksesan dengan selalu menjalankan langkah-langakh positif. Lantas yang haru digaris bawahi lagi, perjuangan dalam konteks ayat tersebut bukan tentang mengubah yang buruk menjadi baik, tetapi merawat agar anugerah yang baik – baik dari Allah tak berubah menjadi buruk karena perilaku kita sendiri.

Istri tersebut masih mempunyai pemikiran bingung dan merasa seolah-olah tidak ada hubungannya antara keinginannya cerai dengan kebersihan yang sudah ia kerjakan.

Padahal sebelumnya bertengkar sudah menjadi kebiasaan yang dialami oleh pasangan suami istri tersebut, si istri tidak tau persis apa sebabnya. artinya semenjak dia membersihkan kamar, menaruh pot bunga di kamarnya dan sampai – sampai disuruh membersihkan badannya.

Tidak butuh waktu yang begitu lama, terjawablah sudah. Ketika keadaan rumah dan dirinya sudah berbeda dengan hari-hari sebelumnya, yang awalnya tidak mengenal kebersihan, artinya semenjak dirinya bersih secara keseluruhan, akhirnya sang suami mulai sadar akan perubahan yang di alami oleh istrinya, dan membuatnya tidak menginginkan cerai lagi.

Keinginan suami minta cerai, karena hanya meminta kepada istrinya tertib dari kebersihan diri dan rumahnya. Tapi, istrinya tidak tau kalau suaminya cinta akan kebersihan.

Pada dasarnya membersihkan bukam cuma secara Lahiriah saja, melainkan secara batiniah juga harus anda lakuin. Dengan demikian, ketenangan, keharmonisan akan ada di sana.
.
.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Perubahan Awal dari Berkembang

~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *