Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kehidupan yang Layak Bisa Terwujud Jika Ekonominya Kuat Dan Stabil


hobindonesia.id Namun, semua ini dapat diatasi jika ada ekonomi yang kuat dan stabil yang memungkinkan negara memenuhi kewajiban domestik dan internasionalnya untuk memberikan kehidupan yang layak bagi warganya. Adapun dalam kasus kelemahan ekonomi, maka sesungguhnya peluang terbesar di depan musuh yang menunggu negara, yang sedang bertindak untuk menjatuhkannya dan membawanya ke dalam kekacauan yang tak ada habisnya.

Oleh karena itu, tidak ada alternatif untuk kemandirian melalui peningkatan produksi dan rasionalisasi konsumsi. Inilah yang disepakati para ekonom, dihimbau oleh ajaran agama dan yang kita temukan di dalam sabda yang maha benar (Allah Swt) dengan bahasa baginda kita nabi Yusuf A.S :
قَالَ تَزۡرَعُونَ سَبۡعَ سِنِینَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمۡ فَذَرُوهُ فِی سُنۢبُلِهِۦۤ إِلَّا قَلِیلًا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ
Artinya :”Dia (Yusuf) berkata :”Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa”; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya, kecuali sedikit untuk kamu makan”(Surat Yusuf, ayat 47). Ini adalah seruan untuk meningkatkan produksi melalui kerja keras dan merasionalisasi konsumsi semaksimal mungkin. Sebagaimana yang maha benar (Allah Swt) mengatakan :
إِلَّا قَلِیلًا مِّمَّا تَأۡكُلُونَ
Artinya :”Kecuali sedikit untuk kamu makan”(Surat Yusuf, ayat 47). Dan Dia (Allah Swt) tidak mengatakan “Kecuali yang kamu makan”.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Faktor Internal Kehancuran Negara Lebih Berisiko Daripada Faktor Eksternal

Dalam seruan produksi, Nabi kita Muhammad Saw bersabda :
إِنْ قَامَتْ عَلَى أَحَدِكُمْ الْقِيَامَةُ وَفِى يَدِهِ فَسِيْلَةٌ فَلْيَغْرِسْهَا
Artinya :”Jika terjadi kiamat terhadap salah satu dari kalian dan di tangannya ada biji, maka hendaklah dia menanamnya”(Musnad Ahmad, Bagian 27, Halaman 273).
Dan dalam seruan untuk merasionalisasi konsumsi, beliau bersabda :
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُمْقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَامَحَالَةَ فَثُلُثُ لِطَعَامِهِ وَثُلُثُ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Artinya :”Manusia tidak memenuhi sebuah wadah akan keburukan di perut dengan kira-kira makanan yang disuapi pada tulang sulbinya. Jika itu harus, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya”(Sunan at-Tirmidzi : Kitab az-Zuhud, Bab Maa Jaa’a fiy Karoohiyyati Katsrotil Akli, Nomor : 2554).
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 23

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *