Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kelompok Ekstrim Kanan Menyebabkan Adanya Islamophobia

hobindonesia.id Mereka yang berlindung dalam Islam yang secara salah mengasosiasikannya telah memberikan alasan lebih dari sekali kepada musuh bangsa untuk campur tangan dalam urusannya dengan berbagai dalih yang menyatakan sedang menghadapi terorisme, dan yang tak terucapkan melemah, memecah-belah atau membongkar negara kita atau mengendalikan kemampuan ekonomi atau geografis atau keputusan politik atau nasional mereka.

Kemudian kelompok, gerakan dan partai ini muncul dari mantel kelompok sengsara dan putus asa yang mengadopsi kekerasan, terorisme, takfiris, pemboman dan operasi bunuh diri sebagai metode dan pendekatan.

Beberapa kekuatan perbudakan yang disebut neo-kolonialisme ditemukan dalam kelompok-kelompok takfiris dan pembom bunuh diri yang putus asa ini menyesatkan. Sehingga komitmen, pertumbuhan, makanan, pasokan uang dan senjata mereka adalah untuk mencapai tujuan mereka dalam memecah entitas wilayah Arab, mengambil barang dan kemampuannya di satu sisi dan mendistorsi citra Islam di sisi lain, juga menghubungkannya dengan terorisme.

Di wilayah Arab ditemukan kelompok ekstrim kanan. Mereka sesungguhnya melakukan kekerasan untuk mencari hidup tetapi ditutupi (dibungkus) dengan Islam. Di antara aksi-aksinya; teror, pengkafirkan terhadap muslim lain dan bom bunuh diri. Di sana juga terjadi perbudakan. Adapun tujuannya adalah untuk menghancurkan wilayah Arab dan sekarang sudah terjadi. Bangsa yang masyarakatnya mengikuti kelompok ini telah hancur.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kelompok Ekstrimisme Agama Menyebabkan Kesengsaraan Di Berbagai Negara Islam

Kelompok ini sedikit demi sedikit menampakkan eksistensinya di Indonesia, sebagaimana beberapa minggu yang lalu kita melihat ada kelompok orang yang adzan namun lafadh-nya diganti menjadi hayya ‘alal jihaad (mari mendirikan jihad). Maka, anda harus berhati-hati terhadap kelompok ini.

Setelah Muslim menjadi pembawa pesan perdamaian dunia, citra mereka dipasarkan sebagai sinonim dengan teror, pembunuhan dan kehancuran. Fenomena “Islamophobia” tumbuh, hal itu diambil oleh entitas dan institusi yang membenci Islam dan Muslim lalu dipelihara dan tumbuh. Setiap kali apinya mereda, mereka meniup abunya untuk terus membakar pedang yang menggantung di leher kita.

Maka kelompok ini menyebabkan adanya Islamophobia, karena mereka menceminkan Islam dengan perilaku kekerasan. Metode ini tidak berjalan lama, sebagaimana yang terjadi di Indonesia pernah dibawa kelompok ekstrim kanan DI/TII(Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang pada akhirnya gagal.

Metode yang paling relevan ialah metode yang diterapkan oleh ormas Islam yang masih ada sampai sekarang seperti halnya NU (Nahdlatul Ulama) dan muhammadiyah, di mana fokus melalui pendidikan non fomal dan pendidikan fomal. Dengan demikian, seluruh kegiatan agama Islam berjalan dengan maksimal, Islam berkembang pesat bahkan menjadi Agama dengan penganut terbanyak di Indonesia, bisa hidup bersama dengan penganut Agama lain dan tercapainya keamanan dalam keberagaman.

Oleh karena itu, apabila kita hubungkan antara bahayanya kelompok ekstrim kanan dengan peristiwa beberapa hari yang lalu, yakni peristiwa sejumlah anggota ormas Islam yang ditembak polisi dengan dugaan perlawanan. Maka sebagai penganut agama Islam sekaligus sebagai warga negara yang baik, seyogyanya Anda tidak perlu terpancing dengan ini, mengingat begitu sensitifnya propaganda dengan menggunakan isu sara. Cukup Anda percayakan pada pihak berwajib dan senantiasa bersikap waspada.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 04

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *