Dr. KH. Marsudi Syuhud – Kelompok Ekstrimisme Agama Menyebabkan Kesengsaraan Di Berbagai Negara Islam


hobindonesia.id Munculnya kelompok-kelompok ekstrimisme agama telah menyebabkan banyak kesengsaraan di kawasan Arab dan banyak negara Islam, terutama setelah fenomena mencari nafkah atau berdagang agama menjadi nyata di antara banyak gerakan dan kelompok yang beraksi menggunakan agama untuk mendistorsi lawan-lawan mereka, di satu sisi dan untuk mencapai ambisi otoriter mereka di sisi lain. Maka, memerangi Islam menjadi tuduhan kelompok ekstremis untuk semua lawan politik mereka.

Masyarakat Timur Tengah kalah dengan propaganda kelompok ekstrimis dikarenakan di wilayah tersebut tidak ada organisasi sosial. Akibatnya adalah warga sipil tidak memiliki kekuatan.

Hal ini bertolak belakang dengan di Indonesia. Banyak OrMas (Organisasi Masyarakat) Islam yang ada di Indonesia, seperti NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, PersIs (Persatuan Islam), al-Washliyah dan puluhan atau mungkin ratusan OrMas Islam Lainnya.

Kelompok ekstrimis sering menuduh pengkhianatan, pengkafiran, dan pengusiran umat Islam. Tetapi hukum atas para pelanggar adalah bahwa tak satupun dari mereka akan menemukan aroma surga, sementara darah dan uang mereka diperbolehkan dan penahanan wanita mereka diperbolehkan.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Umat Islam Dituntut Untuk Menghormati Penguasa Yang Adil

Pencampuran kartu tampak jelas sengaja dan bukan karena kelalaian di antara sebagian besar kelompok ini. Dia melangkah lebih jauh dari ini ketika partai-partai, gerakan dan kelompok ini memantapkan diri mereka sebagai penjaga agama, kendati kader mereka kehilangan pemahaman yang benar tentangnya, atau bahkan hanya pengetahuan tentang prinsip dan aturannya.

Beberapa dari mereka juga meninggalkan kita dengan fatwa yang Allah telah ungkapkan otoritasnya. Ya Allah, kecuali otoritas utilitarianisme, gairah, kekuasaan dan terkadang cinta penampilan.

Kelompok ekstrimis juga ada di Indonesia. Anda dengan mudahnya melihat mereka di dunia maya atau di dunia nyata. Pemahaman mereka sebenarnya diimpor dari kelompok ekstrimis Timur Tengah. Mereka ada di mana-mana, lebih-lebih setelah hancurnya negara asal yang mereka tinggali. Kemudian sebagian dari para pengikut-nya hijrah ke negara lain dan sempat menyebarkan faham ekstrimisnya. Maka tentu kelompok ini ada para pengikutnya, faham maupun gerakannya.

Tidak dapat dipungkiri mungkin saja nama kelompok/ormasnya berbeda antara kelompok ekstrimis suatu negara dengan negara lainnya, namun faham, gerakan, dan para pengikut-nya tetap sama. Atau mungkin juga; faham dan gerakannya sama, namun para pengikut dan nama kelompok/ormas-nya berbeda, akan tetapi masih punya hubungan/keterkaitan antar satu kelompok ekstrimis dengan kelompok ekstrimis lainnya.

Adapun para pengikutnya-nya itu dari berbagai kalangan. Terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda, orang tua dan beberapa ustadz. Mereka tidak faham apa yang sebenarnya mereka perjuangkan. Kenyataan yang lebih miris adalah di mana mayoritas mereka tidak memahami ilmu agama secara mendalam. Hanya karena dibungkus agama, menjadi dengan mudahnya terdoktrin, terprovokasi lalu bergabung. Gerakan ini awalnya dari negara perang.

Namun, Alhamdulillah di Indonesia pengikut kelompok ini semakin hari semakin banyak yang sadar dan mulai kembali lagi ke Jama’ah Islam lain yang beda fikroh dan harakat-nya. Karena beragama itu harus rasional, yakni “الجمع بالعقل والإيمان” (menghimpun dengan akal dan iman). Dengan demikian, Anda tidak perlu percaya dan mengikuti begitu saja dengan provokasi-provokasi kelompok ini tanpa dibarengi dengan bukti rasional yang nyata.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 03

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *