Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ketidakmampuan Negara Memberi Pelayanan Dapat Menyebabkan Kemerosotan Ekonomi


hobindonesia.id Pertemuan kali ini membahas tentang landasan ke-4 (keempat) untuk menghindari kemerosotan ekonomi. Landasan tersebut yaitu :
Keempat : Menyadari bahwa menyediakan layanan adalah sebuah layanan dan menyadari bahwa masalah utama terletak pada ketidakmampuan negara untuk memberikan layanan dasar kepada warganya sebagai akibat dari perluasan layanan dan kegagalan masyarakat untuk membayar apa yang menjadi imbalan bagi mereka dan memastikan kelanjutannya.

Misalnya jika kita memberikan contoh dengan listrik, maka kita telah melewati masa-masa sulit pemadaman listrik dan masa-masa kemerosotan layanan yang berdampak sangat negatif pada sendi ekonomi negara di satu sisi dan pada jiwa warga di sisi lain. Tetapi Kementerian Ketenagalistrikan tidak pernah dapat memberikan layanan, apalagi memperbaikinya, mengingat Kegagalan warga untuk membayarnya dan sebab kegagalan yang memungkinkan kementerian dan perusahaannya mengembangkan infrastrukturnya. Belum lagi biaya dan persyaratan untuk pengoperasian dan pembaruan stasiun, menambah stasiun baru dan menyediakan bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikannya. Adapun dalam hal membayar layanan dengan nilai wajar, maka sesungguhnya kementerian niscaya akan dapat melanjutkan layanan dan bahkan mengembangkannya. Demikian juga urusan di kereta api, kereta bawah tanah, dan semua layanan lainnya.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Program Perlindungan Sosial Harus Diberikan Kepada Mereka yang Benar-Benar Berhak Menerimanya

Adapun penghindaran pembayaran iuran layanan atau ketajaman ekstrimnya pada keuntungan pribadi, bahkan dengan mengorbankan kepentingan publik, maka ini adalah masalah yang tidak sejalan dengan semua nilai agama, prinsip dan sistem ekonomi yang adil, dan mengarah pada kemerosotan kondisi ekonomi negara dan kerap kali jatuhnya ekonominya dalam arti yang mengarah pada kemerosotan publiknya.

Namun, kelompok sesat tidak berhenti siang dan malam menghasut anggotanya untuk tidak membayar layanan dalam upaya memperburuk atau menghentikan layanan ini untuk menunjukkan negara dalam penampilan pecundang yang tidak mampu mengatur urusan masyarakat dan kebutuhan dasar mereka, yang membuat mereka memberontak terhadap penguasa, sehingga mereka melompatinya pada saat itu yang mereka anggap tepat untuk meneguhkan mereka melakukannya. Bahkan jika ini mengarah pada jatuhnya negara dan keruntuhannya atau bahkan disintegrasi, pecah, dan berakhirnya masalah tersebut. Demikian karena mereka awalnya tidak percaya pada tanah air atau negara nasional, karena negara mereka adalah tempat kepentingan mereka dan kepentingan kelompok mereka berada.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 25

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *