Dr. KH. Marsudi Syuhud – King Abdulaziz University Merupakan Universitas Terdepan Kedua Dalam Pengajaran Ekonomi Islam


hobindonesia.id Cabang Kedua Mengabaikan Pengajaran Substansi Ekonomi Islam

1 – Aspirasi Dunia Terhadap Ekonomi Islam :
Ekonomi Islam, sebagaimana telah kami jelaskan, adalah ekonomi mandiri yang memiliki identitas sendiri, merupakan ekonomi terintegrasi yang memiliki kebijakan ekonomi yang menyatukan semua kepentingan, baik privat maupun publik, material maupun spiritual. Ia mempertimbangkan perubahan waktu dan tempat. Dan pada akhirnya mencapai semua keuntungan dan menghindari semua kerugian.

Kita sering mendengar suara asing global meningkat, menyatakan bahwa ekonomi Islam adalah harapan umat manusia untuk menyelamatkan mereka dari ekstrimisme yang digunakan oleh ekonomi dominan kapitalis dan sosialis.

2 – Mengabaikan Universitas Dunia Islam Untuk Mengajar Ekonomi Islam :
Meskipun demikian, sebagian besar universitas di dunia Islam sendiri mempelajari ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis, tetapi tidak mempelajari ekonomi Islam.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ekonomi Islam Sebagai Materi Praktis Independen

Kami di Mesir sedang mendirikan perguruan tinggi khusus ekonomi seperti Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik, tanpa menyebutkan atau merujuk pada studi ekonomi Islam. Sebaliknya, didirikan lembaga khusus untuk studi Arab dan Islam, seperti Institut Tinggi Studi Arab dan tidak ada mata pelajaran terpisah yang diajarkan dalam ilmu ekonomi Islam, yang merupakan studi Arab dan Islam yang paling layak dengan perhatian dan dukungan.

Universitas Al-Azhar, dengan Fakultas Perdagangan dan Syariah, sebagaimana telah kami tunjukkan, adalah universitas perintis pertama dalam pengajaran ekonomi Islam sebagai mata pelajaran ilmiah independen di bawah Undang-Undang Reorganisasi Al-Azhar No. 102 Tahun 1961. Kemudian, King Abdulaziz University / College of Economics di Jeddah menjadi universitas terdepan kedua dalam pengajaran ekonomi Islam menurut sistem pendiriannya yang dikeluarkan pada tahun 1384 H / 1964 M.

Kemudian Konferensi Cendekiawan Muslim Ketujuh yang diselenggarakan di Kairo pada bulan September 1972 M mengeluarkan rekomendasi agar mata pelajaran ekonomi Islam diajarkan di berbagai lembaga dan universitas dunia Islam. Rekomendasi ini tidak menemukan jalan untuk implementasi yang sebenarnya, kecuali setelah Konferensi Internasional Pertama tentang Ekonomi Islam, yang diadakan di Makkah Al-Mukarramah pada Februari 1976 M.

Saat ini, mata pelajaran ekonomi Islam hampir menjadi salah satu mata kuliah yang ditentukan di banyak lembaga dan universitas yang tersebar di dunia Islam, terutama di Kerajaan Arab Saudi, meskipun sebagian besar perguruan tinggi melakukan kesalahan dengan memasukkannya ke dalam mata pelajaran budaya Islam.

Beberapa universitas Islam dan institut spesialisasinya mungkin mengemukakan alasan karena mengajarkan ekonomi Islam sebagai mata pelajaran independen, karena ini adalah mata pelajaran modern yang fiturnya tidak cukup jelas dan referensi langsungnya terbatas. Namun, bukankah lebih baik bagi universitas dan institut Islam untuk mendirikan jurusan dan kursi yang mengkhususkan diri pada mata pelajaran ini ?, sehingga mahasiswa mereka menerimanya, juga pada saat itu penelitian mereka akan berlipat ganda dan berkembang, secara aktif mempelajari dan memperdalam, memaksakan kehadirannya pada pemikiran manusia, memainkan peran aktifnya dalam melayani Islam dan membimbing kehidupan umat Islam.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Affan Abdillah
#part 53

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *