Dr. KH. Marsudi Syuhud – Masyarakat Cina dan Emas dibalik Lumpur


hobindonesia.id Setiap individu pasti memiliki sebuah kemampuan seperti yang dijelaskan pada firman Allah SWT. Di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 21 yang berbunyi “ وَ فِیۡۤ اَنۡفُسِکُمۡ ؕ اَفَلَا تُبۡصِرُوۡنَ ”, yang artinya “dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?.”

Cerita tentang penduduk Cina

Kurang lebih 200 tahun yang lalu di Negara Cina yang sebagian besar masyarakatnya sedang berkumpul dan memutuskan untuk membuat suatu karya seni yang bisa manarik para turis seluruh Dunia.

Pada akhirnya mereka memiliki rencana untuk membuat sebuah karya seni pahat patung dari emas. Dalam pembuatan patung tersebut mereka memerlukan kurang lebih 5000 kg atau 5 ton emas.

Ketika mereka telah selesai membuat seni pahat patung dari emas, datang lah pasukan yang terkenal sangat licik dan kejam, yang dikenal dengan pasukan ‘Bermuda’. Pasukan Bermuda ini rela membunuh dan menghancurkan sebuah tempat atau desa yang mereka datangi.
Akhirnya para pembesar dan masyarakat cina memiliki sebuah rencana untuk menyamarkan patung dengan cara melapisinya dengan lumpur yang sangat tebal. Dan ketika pasukan bermuda itu keliling dan menemukan patung tersebut, mereka mengira itu hanyalah patung biasa yang terbuat dari lumpur yang tidak ada nilainya dan akhirnya mereka meninggalkan patung tersebut.

Dan ketika hari demi hari berlalu patung tersebut tetap berada di tempatnya dan tetap tertutup dengan lumpur yang tebal selama kurang lebih 150 tahun. Setelah 150 tahun akhirnya penguasa Cina yang baru memutuskan untuk memindahkan patung ke Ibu kota Cina tepatnya di Beijing.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bersyukur dan Waspada Modal Utama Mencapai Kesuksesan

Untuk memindahkan patung tersebut pemimpin Cina menggunakan kendaraan yang besar. Pada saat memindahkan patung tersebut cuacanya sangat dingin dan hujan sangat lebat. Akhirnya patung itu mengalami keretakan, dan pada akhirnya sang pemimpin Cina memerintahkan untuk berhenti untuk memeriksa keretakan tersebut dan melanjutkan perjalanan dihari berikutnya, sembari menunggu cuaca membaik. Pemimpin cina ini sangatlah pandai dan mempunyai banyak kelebihan, rasa keingintahuannya yang kuat membuat dirinya penasaran akan patung yang retak itu. Kemudian dia mencoba mencari senter dan menyorotkannya tepat pada retakan itu. Ketika dia menyorotkan sinar senter itu ke arah retakan, terlihat kilauan yang begitu mengkilap muncul dari lubang retakan itu.

Karena kilauan yang dia lihat, membuatnya semakin penasaran lalu pemimpin cina mengambil sebuah palu dan pahat yang kemudian dipahatlah retakan itu, maka kilauan itu semakin jelas lalu ia memutuskan untuk memahat semua tanah yang menyelimuti kilauan pada patung itu. Waktu untuk mengerjakan pekerjaan itu membutuhkan waktu sekitar 10 jam.

Setelah selesai mengelupas semua tanah itu dari patung, terkejutlah mereka melihat apa yang ada di depan matanya yaitu sebuah patung yang besar yang terbuat dari emas yang harganya tidak terbatas. Sampai-sampai mereka membuat berita dan menyiarkannya dengan penuh kegembiraan. Patung emas itu dipindahkan dengan penuh hati-hati ke ibu kota Cina, Beijing. Patung itu sampai sekarang masih tersimpan dan terjaga untuk menjadi sumber sejarah dan menjadi hal yang menarik untuk turis-turis yang datang ke Cina.

Kejadian ini kemudian ditulis menjadi kata-kata yang bijak nan indah dengan kalimat “dikumpulan lumpur/tanah terdapat harta yang berharga”

Yang memiliki arti bahwa, “kita sebagai manusia mempunyai kemampuan yang dianugrahkan oleh Allah swt. Galilah, bangkitkanlah, dan asahlah kemampuan itu sehingga mampu membawamu ke arah kesuksesan”.

~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.
.
.
Penulis : Durotun Nafisah
Editor : Nur Kholipah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *