Dr. KH. Marsudi Syuhud – Materi Saja Tanpa Dibarengi Keimanan, Tidak Cukup Untuk Kebaikan Masyarakat !!!


hobindonesia.id Bagian Ke empat menjelaskan tentang ‘Kemajuan Material Dan Spiritual Seseorang Tergantung Pada Kondisi Ekonominya’.

Ekonomi ketuhanan adalah ekonomi yang menjamin kecukupan, jadi kalau cuma hidup saja itu belum manusiawi. Ketika hadul khifayah sudah di jamin oleh negara. Maka setiap penduduknya kepemilikan secara khusus tidak bisa berjalan kecuali mereka (rakyat) sudah melampaui hadul khifayah.

1 – Pada akhirnya, urgensi kajian ekonomi muncul dari sudut lain, yaitu kombinasi dari hal-hal tersebut di atas, yaitu bahwa kemajuan material dan spiritual seseorang tergantung pada bangkitnya kondisi ekonominya. Maka, yang berbeda secara materi tidak dapat memiliki peradaban, juga yang lapar dan yang kekurangan tidak dapat mengharapkan darinya budi pekerti yang mulia atau perilaku yang baik. Dari sini, kami menyadari alasan perhatiannya Islam pada Syariah sama halnya dengan perhatiannya pada akidah, juga sebagai penutup agama; ia datang sebagai agama dan dunia. Ini karena tidak mungkin sebuah keyakinan menjadi tegak atau moralitas tumbuh, jika seseorang merasa tidak nyaman dalam hidupnya, merasa bahwa masyarakat berhenti bersamanya dan percaya padanya saat dibutuhkan.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Dalam Sistem Ekonomi Islam; Manusia Bukan Sebagai Alat Produksi

Oleh karena itu, prioritas ekonomi Islam, seperti yang telah kami tunjukkan, adalah menjamin batasan (kecukupan) bukan batas (subsistensi) bagi setiap warga negara; bahwasannya kepemilikan pribadi itu tidak valid juga disparitas dalam revolusi dan kekayaan tidak diperbolehkan kecuali setelah menjamin hak ini untuk semua orang.

2 – Jika kita mengakui pentingnya faktor material, namun kita tidak menerima bahwa ketersediaannya sendiri memberikan kebaikan bagi masyarakat manusia. Sebenarnya ini harus dibarengi dengan iman dan keyakinan. Jika tidak, maka kemakmuran materi ini akan berubah menjadi elemen berbahaya, yang kita lihat dampaknya dengan jelas di Amerika Serikat dan Skandinavia dalam hal

Peningkatan bunuh diri dan kemerosotan moral (Dalam laporan Hateer yang disiarkan oleh Kementerian Sosial Swedia, 25% penduduk Swedia menderita penyakit keras kepala dan psikologis. Laporan tersebut menunjukkan tingkat kecelakaan bunuh diri yang tinggi, bahwa 30% dari total pengeluaran baik di Swedia dihabiskan untuk pengobatan penyakit stres dan psikologis dan bahwa 40% dari semua orang dirujuk ke pensiun sebelum usia dan alasan tidak dapat bekerja sama sekali adalah pasien psikiatri. Melalui statistik yang dikutipnya, laporan tersebut menyimpulkan bahwa kemajuan materi tanpa keyakinan atau kendali akan membuat individu sengsara dan merusak kohesi masyarakat.)

Begitu pula sebaliknya, kami tidak meragukan bahwa keterbelakangan umat Islam saat ini terutama disebabkan oleh keterbelakangan ekonomi mereka, yaitu keterbelakangan yang tercermin dalam perilaku mereka, sehingga meninggalkan akhlak Islam mereka dan jauh dari esensi dan ruh Islam (Lihat buku kami, Islam and the Economic Problem, referensi sebelumnya, halaman 39 dan seterusnya).
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 39

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *