Dr. KH. Marsudi Syuhud – Melestarikan Tanah Air Adalah Tujuan Penting Dari Perundang-Undangan


hobindonesia.id Tidak ada keraguan bahwa mencintai tanah air dan melestarikannya adalah sifat manusia yang ditegaskan oleh Syariah yang benar. Ini adalah Nabi kita Muhammad Saw berkata pada Mekkah al-Mukarromah, dengan bersabda :
وَاللهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللهِ إِلَى اللهِ، وَلَوْلاَ أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ؛ مَا خَرَجْتُ
Artinya :”Demi Allah, engkau (Mekkah) adalah sungguh tanah Allah yang terbaik, dan tanah yang paling dicintai Allah, dan seandainya aku tidak dibawa keluar darimu (Mekkah); Aku tidak keluar”(Sunan Tirmidzi, Kitab al-Manaaqib, Bab Fiy Fadli Makkata, Hadis nomor : 4304).

Dan ketika beliau Saw berimigrasi ke Madinah dan menjadikannya sebagai tanah air untuk dirinya sendiri dan untuk para sahabatnya yang terhormat, maka beliau Saw tidak melupakan tanah airnya di mana beliau dibesarkan dan tidak melupakan tanah air tempat dia menetap. Jadi beliau Saw berdo’a :
اللّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِيْنَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، اللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَفِي مُدِّنَا، وَصَحِّحْهَا لَنَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ
Artinya :”Ya Allah, jadikanlah cinta kami pada Madinah sebagaimana cinta kami pada Mekkah atau lebih dari itu. Ya Allah, berkahilah kami di dalam zaman kami dan di dalam kota kami, perbaikilah padanya untuk kami, dan pindahkanlah suhunya ke al-Juhfah”(Shohih Bukhari, Kitab Fadlaail al-Madiinah, Bab Karoohiyyatin Nabiyyi an Tu’ral Madiinah, Hadis nomor : 1889).
Dan diriwayatkan dari sahabat Anas R. A :
أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِيْنَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا
Artinya :”Bahwa Nabi, ketika beliau datang dari sebuah perjalanan, lalu melihat ke dinding-dinding Madinah, maka beliau menginjakkan tunggangannya di atasnya. Dan jika beliau berada di atas dabbah (binatang tunggangan), maka beliau menggerakkannya ke (arah) kesenangannya”(Shohih Bukhari, Kitab Fadlooil al-Madiinah, Bab al-Madiinatu Tanfiyl Khabatsa, Hadis nomor : 1886).

Baca Juga: Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ketidakmampuan Negara Memberi Pelayanan Dapat Menyebabkan Kemerosotan Ekonomi

Dan beliau Saw terus menoleh ke langit dengan harapan bahwa Allah yang Maha Kuasa akan mengarahkan ciumannya ke Rumah Suci-Nya di Makkah sampai Tuhannya menjawabnya. Lalu Dia (Allah Swt) berfirman :
قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِی ٱلسَّمَاۤءِۖ فَلَنُوَلِّیَنَّكَ قِبۡلَةً تَرۡضَىٰهَاۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَحَیۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥۗ وَإِنَّ ٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡكِتَـٰبَ لَیَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا یَعۡمَلُونَ
Artinya :”Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan”(Surat Al-Baqarah, ayat 144).
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 26

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *