Dr. KH. Marsudi Syuhud – Memajukan Ekonomi dan Menghilangkan Ketertinggalannya, Sama Saja Dengan Amar Makruf Nahi Mungkar


hobindonesia.id Dalam mengembangkan ekonomi dan jihad muslim, anda bisa menggerakkan masyarakat muslim terlebih dahulu. Pertama yang harus anda lakukan yakni ; mengetahui perasaan setiap masyarakat secara psikologi dan history, dengan tujuan agar bisa mengisi kekuatan setiap individu muslim tersebut. Artinya, majunya ekonomi dalam suatu negara tergantung pada masyarakatnya sendiri.

Melanjukan pembahasan selanjutnya tentang ‘Pembangunan Ekonomi Dan Jihad Suci,’ Jika diterima bahwa pergerakan seluruh rakyat merupakan prasyarat bagi keberhasilan setiap pembangunan dan setiap pertempuran komprehensif melawan keterbelakangan; maka sesungguhnya wajib bagi kita untuk mengetahui perasaan, jiwa dan sejarah setiap rakyat untuk memobilisasi semua kekuatan dan energinya untuk memerangi keterbelakangan dan untuk perkembangan. Tidak ada keraguan bahwa bagi rakyat Islam, Islam secara umum dianggap faktor dasar, tidak bukan faktor utama untuk keberhasilan setiap pertempuran yang dilakukan oleh rakyat-rakyat ini.

Jamal al-Din al-Afghani mampu mengaitkan ide jihad suci dengan dekolonisasi. Dengan kekuatan ajaran Islam, kejelasan kemuliaan dan kebebasan, orang-orang Islam berjuang untuk kemerdekaan. Seperti halnya Indonesia, Pakistan, Levant, Libya, Maroko, Aljazair dan lainnya tidak dapat dengan sukarela dan terus-menerus menawarkan jutaan martir tanpa pengaruh ajaran Islam “وَمَن یُقَـاتِلۡ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ فَیُقۡتَلۡ أَوۡ یَغۡلِبۡ فَسَوۡفَ نُؤۡتِیهِ أَجۡرًا عَظِیمًا”( Surat An-Nisa’, ayat No. 74), “وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن یُقۡتَلُ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ أَمۡوَ اتٌ, بَلۡ أَحۡیَاۤءٌ وَلَـٰكِن لَّا تَشۡعُرُونَ”( Surat Al-Baqarah, ayat No. 154).

Ketika masalah utama yang dihadapi umat Islam saat ini adalah masalah keterbelakangan ekonomi. Maka, kami melihat perlunya menghubungkan pembangunan ekonomi dengan gagasan jihad suci, untuk melepaskan energi yang tersimpan dalam diri individu Muslim dan untuk mencapai pembangunan ekonomi dengan merujuk mereka pada praktik keagamaan. Itu karena inti dari masyarakat Islam, masyarakat yang beriman, adalah al-Amru bil Ma’ruuf (memerintahkan yang baik) dan an-Nahyu ‘anil Munkar (melarang/mencegah kemungkaran/kejahatan) “كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ”( Surat Ali ‘Imran, ayat No. 110).

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Pembangunan Ekonomi Bukan Hanya Dimensi Proses Teknis Saja, Tetapi Juga Dimensi Massa

Memerintahkan yang baik, menurut kami, terutama mencakup bekerja untuk mencapai pembangunan ekonomi. Sedangkan melarang kejahatan pada dasarnya termasuk menghilangkan bentuk terpentingnya, yaitu keterbelakangan ekonomi. Ketertinggalan yang menyebabkan banyak kejahatan sosial dan penyimpangan moral.

Oleh karena itu, kita harus mendeklarasikannya sebagai perang suci melawan keterbelakangan dan untuk pembangunan ekonomi. Maka Rasulullah Saw., mengatakan :”Setiap bangsa memiliki pariwisata dan pariwisata bangsaku adalah jihad di jalan Allah”( Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, referensi sebelumnya, Bagian Dua, hal. 73). Beliau (Rasulullah) Saw., pernah ditanya :”Apa yang terbaik dalam Islam ?”, lalu Beliau (Rasulullah) Saw., menjawab :”Iman kepada Allah dan Hari akhir, juga berjuang di jalan Allah”. Sekembalinya dari salah satu invasi, Beliau (Rasulullah) Saw., berkata :”Kami kembali dari jihad kecil ke jihad besar”(Bukhari dan Muslim); Jihad yang kecil adalah perang dan jihad yang besar adalah jihad jiwa, yaitu membangun masyarakat atas dasar yang memerintahkan kebaikan dan melarang kejahatan.

Beliau (Rasulullah) Saw., juga berkata :”Jihad berlanjut sampai hari kiamat”(Al-Suyuti dalam al-Jami’ as-Shoghir), karena semua kehidupan adalah perjuangan antara kebenaran dan kepalsuan, juga antara apa yang ada dan apa yang seharusnya ada. Jadi, jihad adalah tujuan Islam dan puncak dari punuknya. Sama saja itu jihad perang atau jihad yang sehat tujuannya adalah satu, yaitu untuk melawan ketidakadilan dan membangun masyarakat yang bertakwa, masyarakat yang mempromosikan kebajikan dan pengembangan, juga pencegahan kejahatan dan keterbelakangan.

Jihad suci di bidang ekonomi Islam adalah jihad melawan keterbelakangan dan untuk pembangunan ekonomi.

Oleh karena itu, muncul urgensi ekonomi Islam dan perannya dalam pertempuran keterbelakangan dan pembangunan ekonomi, dengan membuat rencana pembangunan bagi umat Islam sebagai jihad suci dan praktik keagamaan.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 43

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *