Dr. KH. Marsudi Syuhud- Hukum Kebijakan Ekonomi Islam Tetap, Tetapi Penerapannya Bisa Berkembang


hobindonesia.id Untuk menyatukan sistem dan doktrin ekonomi ketuhanan atau ekonomi pancasila ada tiga temuan utama yang harus anda fahami secara benar, yakni:

Temuan yang pertama, kebijakan ekonomi islam. Pada mulanya kebijakan ekonomi islam adalah kebijakan yang konsisten. Di dalam ekonomi ketuhanan prinsipnya itu tidak ada relasinya dengan sejarah tertentu. Pengarang kitab ini menjelaskan bahwasanya المذهب الاقتصدي الاسلامي الواحد الصالح لكل زمان ومكان “menghasilkan analisis dan menjelaskan dengan istilah mazhab doktrin ekonomi islam sesuai dengan setiap zaman dan tempatnya”.

تعدد النظم الاقتصدية الاسلمية بحسب ظروف الزمان والمكان
Kata pengarang kitab ini, bahwa “kebijakan ekonomi islam pada hukumnya tetap, tetapi pada penerapannya bisa berkembang, maka dengan begitu istilahnya adalah sistem ekonomi islam bisa banyak, atas perbedaan kondisi zaman, waktu dan tempat”. Contohnya gubernur Jakarta sekarang menerapkan PSBB kedua, hukumnya cuma satu yakni menjaga jiwa adalah hal yang paling utama dalam syariah. Sekarang yang dipertanyakan adalah mementingkan kesehatan atau ekonomi. Pro – kontra mulai terjadi dengan diterapkannya PSBB kembali, mulai dari ahli ekonomi memprotes atas kebijakan tersebut. Artinya dari situlah secara penerapannya berbeda, tetapi hukumnya cuma satu.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud- Melihat Sistem Ekonomi Islam Tidak Hanya Pada Satu Zaman

Temuan yang kedua : Topik ini menghasilkan hukum tuhan yang tetap, bisa mengumpulkan antara logika logic (abstrak) dan logika dialektis dalam mengaplikasikannya. Dengan Menyatukan keduanya itulah kebijakan ekonomi islam yang sebenarnya.

Dari situlah, ekonomi pancasila adalah kebijakan yang terus menerus mempertimbangkan kontradiksi masyarakat, contohnya saja kebijakan yang di ambil oleh gubernur Jakarta tentang pandemi covid – 19.

Ketika ada konflik pendapat, disitulah letaknya untuk bisa mengambil sesuatu dengan tepat, sebab setiap orang mempunyai alasan sendiri dan seperti ini yang dinamakan ijtihad. Adanya perbedaan pandangan, pendapat itu sangat dibutuhkan, dan tugas ekonomi ketuhanan adalah melaksanakan untuk penyelarasan. Adanya dua pikiran yang berbeda harus diselaraskan dan ambil kesepakatan.

Temuan yang ketiga : harus bisa merekonsiliasi antara dua pendapat, sebab dalam kebijakan publik harus benar – benar dikaji demi kemaslahatan umat. Jadi, starting point menjadi tolak ukur cara berfikir. Ketika ada pandangan yang berbeda harus berfikir lagi, jangan asal diktator untuk mengambil keputusan.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

1 Response

  1. September 16, 2020

    […] Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud- Hukum Kebijakan Ekonomi Islam Tetap, Tetapi Penerapannya Bisa Berkembang […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *