Dr. KH. Marsudi Syuhud – Mencari Hukum yang Maslahat Untuk Negara Sesuai Aturan Tuhan


hobindonesia.id Melanjutkan keterangan sebelumnya tentang hukum aturan tuhan, point ke lima (5) tentang fatwa yang telah dikeluarkan Imam ibnu Hazm dan lainnya dari kalangan Ulama bahwa sesungguhnya :”Apabila seorang lelaki mati dalam keadaan lapar di dalam sebuah negara, maka keluarganya dianggap telah membunuhnya dan ditarik denda pembunuhan dari mereka (keluarganya)” (Lihatlah; buku al-Islam wal Awdlo’ul Iqtishoodiyyah, karya ustadz Muhammad al-Ghazali, Cetakan ketiga, tahun 1952 halaman 120).

(6.) Fatwa yang telah dikeluarkan Imam asy-Syathibi bahwa sesungguhnya :”Apabila pembendaharaan negara kosong, sementara kebutuhan pasukan naik sampai kebutuhan yang tidak mencukupi mereka. Maka jika pemimpinnya adil, hendaknya ia mewajibkan bagi orang-orang kaya. Artinya Ia mewajibkan pajak bagi orang-orang kaya. Sesuai dengan yang ia lihat cukup untuk mereka di saat itu sampai nampaknya uang di lembaga keuangan.

Alasan kemaslahatan adalah jelas, karena jika pemimpin tidak melakukan itu, maka menjadi cacatlah kekuasaannya dan tempat kediaman menjadi rentan pada penguasaan orang-orang kafir” (Lihatlah; juz kedua dari kitab al-I’tishom, karya Imam asy-Syathibiy, Halaman 295 dari cetakan al-Manar, tahun 1332 H.)

(7.) Fatwa yang telah dikeluarkan Imam Mu’iz bin Abdus Salam ketika Sultan Qathas Qudlat dan Ulama Mesir mengumpulkan untuk menghasilkan atas kesepakatan mereka dalam menarik harta dari masyarakat untuk membantu dengannya terhadap perang dengan Tatar.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Hanya Allah yang Mengetahui Hakikat Kebenaran dan Realita Hukum Allah

Maka mengkonfirmasi apa-apa yang nampak, karena sesungguhnya hal itu :“Tidak boleh menarik harta dari masyarakat untuk membantu menghapi Tatar, kecuali dengan syarat; hendaknya diambil dari orang-orang kaya untuk pajak. Artinya gelang-gelang, alat-alat dan perhiasan dan hendaknya setiap orang dibatasi pedang dan kendaraannya. Jika hal itu belum cukup, maka boleh menarik pajak dari masyarakat sesuai dengan ukuran kebutuhan.” (Lihatlah; Dr. Abdullah al-Wahhabiy di dalam bukunya : al-Mu’iz bin Abdu Salam : Hayaatuhu wa Astaaruhu wa Manhajuhu fi at-Tafsiir, Halaman 25, Cetakan pertama, 1399 H./1979 M., Penerbit percetakan perpustakaan Kairo).

(8.) Fatwa yang telah diputuskan Muktamar pertama bagi para Ilmuwan Muslim yang diadakan di Kairo tahun 1964 M. Oleh organisasi Majma’ Buhustil Islamiyyah di al-Azhar asy-Syariif :”Sesungguhnya bagi penguasa harus mewajibkan pajak pada harta-harta tertentu untuk hal-hal memenuhi dengan merealesasikan kemaslahatan umum. Karena sesungguhnya hak pemerintah di setiap negara untuk membatasi kebebasan kepemilikan dengan ukuran yang bisa menaggung menolak kerusakan yang nyata dan merealesasikan kemaslahatan yang unggul. Karena harta yang baik adalah harta yang telah diselesaikan hak-haknya yang disyariatkan. Apabila kemaslahatan umum membutuhkan darinya, maka diambil dari pemiliknya sejumlah nilainya pada waktu memungutnya. Karena sesungguhnya ukuran kemaslahatan dan apa-apa yang anda belanjakan adalah haknya penguasa. Dan bagi orang-orang Islam hendanya memberi masukan kepada mereka (para penguasa) dengan kritik jika melihat dalam ukuran mereka yang melebihi batas” (Lihatlah; kitab Muktamar pertama, milik Jam’ul Buhuustsil Islaamiyyah, Tahun 1964, Halaman 394 dan 398).

Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.
.
.
.
Penulis : Affan A.

You may also like...

1 Response

  1. September 11, 2020

    […] Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Mencari Hukum yang Maslahat Untuk Negara Sesuai Aturan Tuhan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *