Dr. KH. Marsudi Syuhud – Menciptakan Masa Depan Dengan Mempunyai Kecerdasan yang Baik


hobindonesia.id Sebelumnya di dalam bab I sudah dibahas tentang “Membangkitkan kemampuan untuk mencapai masa depan yang diinginkan, kebanyakan orang mempunyai kekuatan yang besar, akan tetapi tidak dapat menggunakannya dengan baik.” Alhasil pada akhirnya ia tidak dapat melakukan apa-apa untuk orang lain. Jangankan orang lain untuk dirinya sendiri saja belum bisa. Itulah pentingnya meninkatkan kemampuan diusia-usia para pelajar santri maupun mahasiswa.

Selanjutanya di dalam bab II akan menjelaskan tentang “Menciptakan masa depan dengan mempunyai kecerdasan yang baik, tapi lebih baik lagi ketika anda dapat menggunakan kepintaran anda untuk maslahat bangsa dan negara. Kehidupan anda sesungguhnya cuma sementara, maka sebaiknya anda harus mempunyai pemikiran-pemikiran yang seperti ini, anda harus berkata dalam diri anda sendiri bahwa “ini adalah detik-detik terakhir” Dengan lantaran mencintai Allah dengan sepenuh hati, sebab dengan begitu nantinya anda tidak akan menjumpai rasa malas ataupun capek. Yang dapat memperkuat sifat anda adalah cinta kepada Allah Swt dan taat kepadanya, disamping itu salah satu untuk mencapai kesuksesan itu ada unsur akhlaq.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Bekali Hidupmu Dari Sekarang Dengan yang Bermanfaat

Ada puisi dari salah satu penyair mesir yang berbunyi begini “ Bangsa mana saja disebut maju itu tergantung pada akhlaqnya. Kalau masyarakatnya tidak ada akhlak sama sekali,itu bisa disebut dengan bangsa yang hancur, sebab akhlak itu sebuah tuntunan dari agama yang dibudayakan, artinya membudayakan hal yang baik, timbul dari sebuah pemikiran yang baik. akhlaq menjadi pondasi utama dalam menentukan kemajuan bangsa.

Sesungguhnya Allah menurunkan kata “IQRA” itu artinya ketika anda turun dalam sebuah organisasi anda harus action yang terus menerus. Mengembangkan kemampuan anda juga harus terus menerus.

Hidup itu harus fleksibilitas yang penuh, rambu-rambunya harus sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Sama halnya kejadian yang diterima oleh rasullah ketika diturunkannya wahyu pertama kalinya. Artinya ketika anda di tawar sesuatu yang penting jangan terburu-buru menolak. Karna kebanyakan orang terjebak di sebuah penolakan. Makaya seharusnya seorang pemimpin itu mempunyai sifat fleksibel, dengarkan dulu, jangan lakukan apa-apa, sebelum mendengarkan secara keseluruhan perintah.
.
.
.
~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis : Lisa Andriyani

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *