Dr. KH. Marsudi Syuhud – Menjadi Penguasa Tidak Cukup Hanya Bisa Adil Saja


hobindonesia.id Telah dinyatakan di dalam atsar bahwa Allah yang maha agung dan maha mulia menghapus dengan otoritas apa yang tidak disebarkan oleh Al-Qur’an. (Lihatlah : al-Jami; li Akhlak ar-Ruwaya wa Adab as-Sami’ li al-Khotib al-Baghdadiy, Halaman 89. Dan Tafsir Ibnu Katsir 5/111 berupa Marfu’, dan diriwayatkan berupa Mauquf dari ucapan sayyidina Usman bin Affan : al-Kamil fiy al-Lughoh wa al-Adab, Bagian 1/Halaman 157, dan yang ini merupakan maksud yang lebih kuat di dalam riwayat).

Jika Allah yang Maha Esa yang maha agung dan maha mulia telah berfirman di dalam kitab-Nya Al Aziz :
أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٍ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِیعًا وَمَنۡ أَحۡیَاهَا فَكَأَنَّمَاۤ أَحۡیَا ٱلنَّاسَ جَمِیعًاۚ
Artinya :“Bahwa; barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”(Alquran surat al-Ma’idah, ayat 32).

Itu juga dikatakan dalam ayat yang sama :
وَمَنۡ أَحۡیَاهَا فَكَأَنَّمَاۤ أَحۡیَا ٱلنَّاسَ جَمِیعًاۚ
Artinya :“Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”.

Dan karena al-Ihya’ di sini tidak bisa seperti apa adanya, tetapi lebih merupakan kiasan karena bekerja untuk menjaganya tetap hidup dengan menyediakan penghidupan yang layak. Jadi setiap orang yang menekan rasa laparnya, menutupi ketelanjangannya, dan menghentikan kejahatan darinya, baik itu dengan menangkal bahaya dan kejahatan terorisme dan teroris atas nama para hamba Allah yang selamat, atau secara tidak langsung, seperti menyediakan air bersih, atau seperti mengaspal jalan, dengan konsekuensi mengurangi angka kecelakaan, sehingga angka kematian menurun. Semua ini adalah kebangkitan jiwa.

Dengan penegasan kami (pengarang kitab) bahwa penguasa tidak cukup hanya sekedar adil tanpa memiliki segenap unsur untuk memenuhi soal kekuatan, kompetensi, kesopanan dan kejujuran, terutama dalam naungan kehidupan modern kita dengan kompleksitas dan interferensi yang membutuhkan keahlian luar biasa untuk memenuhi tanggung jawab kepercayaan negara atau bahkan lembaga. Karena perlu memiliki kualitas dan komponen yang rinci sesuai dengan sifat tugas yang dipercayakan kepada pemimpin atau pejabat, derajat tanggung jawab dan kepekaan tugas yang dipercayakan kepadanya. Sebagian yang terpenting darinya adalah : dedikasi dan ketulusan dalam bekerja, kemampuan untuk menahan tekanan, menangani krisis dan menanganinya dengan benar, visi politik, mengumpulkan kebutuhan keamanan nasional, kemampuan untuk bekerja dalam semangat tim dan untuk unggul dalam tingkat kesadaran dan budaya masyarakat umum, dan untuk melaksanakan tugas yang penting.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 51

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *