Dr. KH. Marsudi Syuhud – Menjaga Keutuhan Negara Adalah Sebuah Kewajiban


hobindonesia.id Akhir-akhir ini mayoritas wilayah Arab atau Afrika ada negara tetapi di dalam negara tersebut ada kelompok tertentu yang memiliki yurisprudensi sendiri. Nah, pada kesempatan kali ini kita membahas ini. Apabila kelompok tersebut memiliki yurisprudensi sendiri, pertanyaannya adalah :“Apakah yurisprudensi kelompok tersebut bertentangan dengan yurisprudensi negara ataukah sejalan dengan yurisprudensi negara ?”, dan “Bagaimana kalau tidak sejalan ?”.

Adapun sekarang terdapat beberapa negara yang mempunyai kelompok, tetapi kelompok itu memiliki yurisprudensi atau aturan yang bertentangan dengan aturan negara, bahkan terkesan memusuhi negara, lalu “Bagaimana cara kita menghadapi kenyataan semacam ini, sedangkan saat ini kita telah hidup di negara merdeka yang tentu harus memilih mengikuti salah satunya yakni memilih patuh pada yurisprudensi negara atau memilih patuh pada yurisprudensi kelompok ?”. Selanjutnya, “Harus bagaimana cara kita bersikap ?”. Di antara substansi materi di kitab ini adalah untuk menjawab problem itu. Jadi, memahami isi kitab ini adalah termasuk hal yang penting.

Soal negara dan konstruksinya pada zaman kita telah menjadi suatu kebutuhan, baik dari sudut pandang arsitektur alam semesta, maupun dari sisi pelestarian kepentingan anak-anaknya, atau dari sisi bahwa hal tersebut merupakan syarat hukum yang sangat diperlukan dan kebutuhan yang tidak dapat diatasi. Dan mereka berkata :“Orang miskin di negara kaya, muda dan kuat itu lebih baik daripada orang kaya di negara lemah, miskin dan kurus”, karena yang pertama memiliki negara yang melindunginya, dan yang lain tidak memiliki dukungan baik di dalam maupun di luar.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Umat Islam Dilarang Mengelola Urusan Negara Tanpa Izin Penguasa

Jadi siapa pun yang tidak memiliki negara yang berdiri di belakangnya, yang mendukungnya dan melindungi kepentingannya itu tidak memiliki nilai sebagai pekerja atau sebagai investor, karena semua negara menghitung seribu akun untuk anak laki-laki dan warga negara kuat. Dan sayangnya, mereka hampir tidak memberi bobot pada anak-anak dan warga negara lemah, atau untuk kepentingan mereka, atau untuk kepentingan negara mereka.

Ada perbedaan antara yurisprudensi negara dengan yurisprudensi kelompok. Yurisprudensi kelompok adalah yurisprudensi tertutup, yurisprudensi utilitarian, yurisprudensi yang hanya didasarkan pada kepentingan kelompok. Sehingga sebagian yang menganggapnya sebagai mufti kepada mereka di kelompok bukanlah ahli ilmu, bukan ahli fiqih, juga bukan ahli budaya dan bahkan bukan intelek.

Tetapi itu merupakan referensi yang ditetapkan oleh rezim negara-negara yang memusuhi bangsa Arab dan Islam kita dengan menargetkan esensi dan keberadaannya. Serakah akan barang dan kemampuannya, namun bertujuan untuk mendistorsi citra agama kita sebagai darah, pembunuhan dan pertumpahan darah untuk menghapus dari diri mereka sendiri dari mana asalnya dalam hal kurangnya kepercayaan pada akhirat, dan untuk menargetkan keberadaan kita, tanah kita, harta benda dan komponen kehidupan kita.

Oleh karena itu, seandainya negara kita perang, maka negara kita, anak bangsa negara kita, rakyat negara kita tidak mermiliki nilai baik atau bobot baik dalam pandangan negara lain. Semakin lemah keamanan sebuah negara, semakin lemah pula pendidikannya, pergaulanya dan kegiatan siosialnya.

Lebih parah lagi kalau warganya kocar-kacir tidak bisa melaksanakan berbagai kegiatan perekonomian seperti berdagang, bercocok tanam, melaut, atau kegiatan keagamaan seperti tidak bisa melaksanakan pengajian, dzikir bersama, dan sebagainya haya karena negaranya perang. Sekarang coba anda bayangkan hal itu !, tentu sangat mengerikan dan menyakitkan. Inilah mengapa kita wajib menjaga keutuhan negara kita. Maka jika ada kelompok di sebuah negara yang memiliki yurisprudensi sendiri yang bertentangan dengan yurisprudensi negara, maka itu dilarang atau tidak boleh, lebih-lebih kalau negara itu sudah sesuai dengan ajaran-ajaran agama.

Adapun seandainya anda merasa di negara anda ada yurisprudensi yang tidak sesuai dengan ajaran agama anda, maka anda hendaknya membenarkan atau meluruskannya tanpa harus menghancurkan, yakni dengan cara mengikuti prosedur hukum yang berlaku seumpama masuk ke partai dan menjadi dewan perwakilan rakyat dan menjalankan misi anda sesuai hukum yang telah disepakati bersama, mungkin saja semacam berdasarkan undang-undang yang berlaku di saat itu.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 09

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *