Dr. KH. Marsudi Syuhud – Merebaknya Korupsi Menjadi Salah Satu Penyebab Keruntuhan Negeri


hobindonesia.id Pemerintahan yang baik didasarkan pada keadilan. Itu karena Allah mendukung negara yang adil meskipun itu adalah non muslim, dan tidak mendukung negara yang tidak adil bahkan jika itu adalah orang beriman. Berlandaskan nilai dan moral, karena bangsa dan peradaban yang tidak berlandaskan nilai dan akhlak menanggung faktor keruntuhan dan kehancuran pada akar tatanannya.
سُنَّةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِی قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِیلًا
Artinya :”Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu”(Surat Al-Fath, ayat 23).

Beberapa dari mereka yang menulis tentang negara mencoba menjelaskan faktor-faktor stabilitas di negara dan faktor keruntuhan dan kejatuhannya. Beberapa dari mereka menyebutkan bahwa di antara hal-hal terpenting yang menyebabkan runtuhnya negara :

Baca Juga: Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Pertama : merebaknya korupsi dengan segala bentuknya, termasuk kehormatan, penyuapan, favoritisme, dan memprioritaskan loyalitas dari pada kompetensi, karena orang tidak menjadi marah dalam hidup mereka tentang apapun selain kemarahan mereka terhadap korupsi dan rasa tidak adil mereka, sehingga setiap aturan rasional harus memprioritaskan pemberantasan korupsi dengan segala metode dan bentuknya. Inilah yang saya (pengarang kitab) lihat saat kami (pengarang kitab) bergerak dengan kecepatan yang stabil dan mungkin belum pernah terjadi sebelumnya dalam realitas Mesir kami (pengarang kitab) saat ini, yang membuat Mesir sangat meningkatkan posisi kami (pengarang kitab) di bidang pemberantasan korupsi dan mencapai transparansi.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 19

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *