Dr. KH. Marsudi Syuhud – Negara Kita Ini Adalah Tinggalan Para Pendahulu Kita


hobindonesia.id Negara bangsa didasarkan pada penghormatan kontrak kewarganegaraan antara orang dan negara, dan itu berarti komitmen penuh terhadap hak dan kewajiban yang sama dari semua warga negara tanpa perbedaan apapun atas dasar agama, warna kulit, ras, jenis kelamin atau bahasa. Namun, kelompok ekstremis menyimpang, menipu, berdagang agama tidak percaya pada tanah air atau negara nasional. Sebagian besar dari kelompok-kelompok ini pada dasarnya tidak mempercayai negara nasional, atau loyalitas organisasi ideologis mereka di atas semua loyalitas lainnya, karena ruang organisasi di sisi kelompok-kelompok ini jauh lebih menerima dan lebih luas daripada negara nasional dan ruang nasional.

Maksud dari kontrak kewarganegaraan itu seperti saat anda memilih wakil rakyat, pemimpin daerah, dan sebagainya. Komitmen untuk melakukan hak dan kewajiban, berlaku baik komitmennya pemerintah maupun rakyat. Aturan itu dibuat untuk diterapkan. Berbeda dengan kelompok sesat, yang berbisnis dengan agama yang yang ekstrim. Dan kebanyakan kelompok ini tidak percaya dengan negara sama sekali. Mereka ini ada di tiap-tiap negara tidak terkecuali negara anda, kendati negara anda tidak hancur. Dari sini, anda semestinya bersyukur hidup di negara yang tergolong aman.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Aturan Negara Itu Memberi Prioritas Pada Kepentingan Publik Dari Pada Kepentingan Individu

Adapun yurisprudensi kelompok itu tidak menempati hal-hal teoritis selain masalah pendengaran dan ketaatan kepada kelompok dan apa yang menjadi kepentingannya bahkan dengan mengorbankan agama dan negara secara bersama-sama. Jika kepentingan kelompok yang mengharuskan adalah didadasarkan pada runtuhnya negara, maka mereka tidak akan ragu untuk mengedipakan mata dan mengorbankan negara untuk kepentingamn kelompok. Bahkan, sebagian besar teori mereka didasarkan pada latar belakang penghancuran negara dan menabur perselisihan antara orang-orang dan penguasa mereka, dengan teori mereka memutar leher teks, mendistorsi atau memotong ucapan dari posisinya, dan menafsirkannya untuk melayani ide dan ideologi mereka yang sesat dan menyesatkan. Artinya bahwa kelompok ekstrimis tersebut dibentuk memang sengaja untuk merubuhkan negara. Sehingga sampai saat ini tidak akur dan tidak akan pernah akur dengan negara maupun pemerintah. Jadi, kalau kita lalai sekejap saja atau pemerintah tidak tegas, maka negara itu pasti hancur.

Tidaklah mungkin bagi seorang yang waras, patriot, atau yang memahami agamanya dengan pemahaman yang benar untuk memungkiri bahwa panen dakwah kelompok-kelompok ekstrimis yang terbungkus ini secara tidak adil dan secara tidak benar menggunakan jubah agama adalah panen pahit yang sangat pahit. Maka sungguh mereka telah menanam duri, kemudian kita menuai pare dan lintah. Menjadi keharusan bagi kita mengorbankan usaha maksimal untuk memperbaiki kerusakan yang telah dirusak kelompok-kelompok ini yang sesat dan penipu. Sehingga bagi anda Para santri dan warga negara tidak boleh diam saja ketika melihat negara anda dihancurkan oleh kelompok ini.

Ini hanya keluar dari cakrawala intelektual dan kognitif yang sempit ke cakrawala yang luas secara religius, intelektual, budaya dan kognitif dalam rangka melestarikan konstanta dan memahami sifat variabel. Menempatkan konstanta dan variabel pada tempatnya dengan keseimbangan dan pemahaman yang sangat akurat dan dengan mempertimbangkan sifat realitas, keadaan dan perkembangannya.

Oleh karena itu, anda hendaklah berpikir secara luas dan elastis dan tidak kaku. Mengeunakan segenap upaya unrtuk menghalangi kelompok eksrimis yang mengharapkan kehancuran negara. Apalagi mengingat bahwa dahulu kala orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam memerdekakan negara anda adalah orang tua dan kakek–nenek anda juga. Tugas anda hari ini hanya tinggal menjaga, merawat dan memperbaikinya saja. Bukan mengacaukan atau menghancurkan. Dalam beberapa bidang mungkin anda tidak puas dengan kinerja lembaga-lembaga di negara anda, namun ini bukan berarti anda harus meruntuhkannya, anda hanya perlu memperbaikinya saja. Hal ini senada dengan salah satu kaidah ushul fiqih yang berupa :
مَا لَا يُدْرَكُ كلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ
Artinya :”Sesuatu yang tidak dijumpai seluruhnya itu jangan ditinggalkan seluruhnya”.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 12

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *