Dr. KH. Marsudi Syuhud – Pembangunan Ekonomi Bukan Hanya Dimensi Proses Teknis Saja, Tetapi Juga Dimensi Massa


hobindonesia.id Pertempuran ekonomi saat ini adalah pertempuran untuk memberantas keterbelakangan melalui pembangunan ekonomi.

Maka dengan demikian, negara – negara besar bisa mendominasi negara kecil, itulah sesungguhnya peperangan ekonomi. Termasuk yang terjadi sekarang pada kasus Covid-19, siapa dulu yang membuat vaksin telebih dahulu, dialah yang akan mengontrol jalannya ekonomi berkembang dan yang seperti itulah peperangan ekonomi terjadi.

Melanjutkan pembahasan yang sebelumnya yakni, tentang “Cabang Pertama Peran Ekonomi Islam Dalam Hubungannya Dengan Perjuangan Memberantas Keterbelakangan Melalui Pembangunan Ekonomi,”

Pertama, Pembangunan Ekonomi Dengan Dimensi Massa : Para profesor pembangunan ekonomi sepakat bahwa dalam pertempuran ini negara tidak cukup menguasai apa yang disebut sektor dominan ekonomi nasional, sebagai wakil masyarakat. Maksud sektor dominan itu adalah sektor keuangan (perbankan dan bisnis asuransi), perdagangan luar negeri, industri dasar dan sarana utama transportasi, belum cukup pula menyusun rencana pembangunan dan menindaklanjuti pelaksanaannya di tingkat pejabat.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ekonomi Islam Berperan Dalam Perjuangan Memberantas Keterbelakangan

Sebaliknya, hal ini membutuhkan mobilisasi menyeluruh dari seluruh rakyat untuk mencapai pembangunan pada tingkat tertinggi, melawan segala bentuk penyimpangan dan eksploitasi, agar rencana pembangunan diselesaikan dalam kesadaran warga negara dan memindahkan mereka ke praktik yang sebenarnya.
Karena kesadaran setiap warga negara akan tanggung jawabnya yang ditentukan dalam rencana komprehensif serta kesadaran khusus tentang hak-haknya yang terjamin keberhasilannya.

Selain menjadi distribusi tanggung jawab di seluruh rakyat, yang meningkatkan kemungkinan mencapai tujuan, pada saat yang sama, ini adalah proses transisi aktual dalam arti patriotisme dari generalisasi umum yang tidak jelas dan rancu menjadi kejernihan pikiran dan tindakan yang menghubungkan individu dalam perjuangannya sehari-hari dengan seluruh gerakan masyarakat, dan menariknya ke arah perkembangan, karena dia mengarahkan pergerakan sejarah pada saat yang bersamaan.

Maka, proses pembangunan ekonomi kini berpandangan bahwa proses pembangunan ekonomi bukan hanya proses teknis, tetapi proses yang berdimensi publik. Oleh karena itu, ada keinginan untuk melibatkan massa di semua tingkatan dalam membahas proyek-proyek pembangunan ekonomi dan menindaklanjuti hasil pelaksanaannya.

Tidak diragukan lagi bahwa manifestasi negativitas dan ketidakpedulian yang melanda dunia Islam pada umumnya dan dunia Arab pada khususnya, disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan keyakinan warga negara dengan partisipasi mereka dalam menetapkan tujuan dan sarana untuk mencapainya.

Tidak ada kemajuan atau kemenangan pada setiap individu atau publik kecuali untuk alasan utama, yaitu bahwa ia percaya pada tujuan tertentu dan bertekad untuk mencapainya dengan tulus dan mewujudkannya, bahagia, menikmati manfaat dan kegunaan yang diperolehnya.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 42

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *