Dr. KH. Marsudi Syuhud – Pemimpin Harus Bisa Membedakan Antara Kesalahan dan Orang yang Salah


hobindonesia.id Dalam hidup berorganisasi, pemimpin harus memiliki karakteristik dan wibawa dalam menjalankan tugas kepemimpinannya, yakni mengatur, mengarahkan, dan melayani orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan cara-cara untuk mencapai hal tersebut.

Melanjutkan penjelasannya sebelumnya, ada 8 cara :

Empat ) lihatlah, tataplah matanya.
Ada tatapan mata yang tidak disukai oleh orang ataupun sebaliknya. Artinya, setiap tatapan mempunyai arti tersendiri bagi seorang pemimpin.

Memperbaiki tatapan, agar nantinya disukai dan disegani banyak orang, menjadi hal yang penting dalam memimpin.

lima) Bedakan antara kesalahan dan orang yang salah.
Hal tersebut, sering disalahgunakan seorang pemimpin dalam menilai anggotanya. Sebab kesalahan itu bisa disengaja, ataupun tidak, tetap yang perlu dikoreksi adalah kesalahannya bukan orangnya.

Sebagai seorang leadership harus pandai dan pintar membedakan hal tersebut. Maka dari itu kita boleh menyerang kesalahannya, tapi orangnya tidak boleh diserang. Sebab bukan pemimpin yang baik, jika anda menyerang secara fisik.

Enam ) Beberapa Frase yang di Ulangi.
Seorang pemimpin banyak yang mengulang-ulang kalimat, dengan tujuan orang yang sedang dipimpin, agar lebih paham dengan maksud / tujuannya.

Hal itu, bisa dilakukan dengan cara didengarkan, dirangkum dan mengulang – ulang frasenya. Dengan cara tersebut, ‘ketika seorang pemimpin akan menyampaikan pidato didepan umum tidak akan salah.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Jadilah Pemimpin Yang Tegas

Tujuh) Selalu Bicara Yang Positif.
Mengajak para yang dipimpin, untuk selalu berbicara yang positif.
Jika ada masalah, cari solusinya terlebih dahulu. Jangan menunda-nunda, dengan cara mencari jawaban secara bermusyawarah.

Ketika ada kejadian seperti itu, anda hendaknya mencari solusi yang terbaik. Dan itu semua akan membawa anda pada posisi seorang pemimpin yang dihormati dan disegani banyak orang.

Delapan) Jadilah orang yang Fleksibel.
Menerima dengan apa adanya akan pandangan, pikiran, masukan dari orang lain, adalah salah satu cara yang membuat anda maju.

Yang perlu diketahui bersama, anda jangan mengaku paling benar dalam melakukan segala hal, cukup yang benar adalah agamamu. Maka dengan demikian, anda harus fleksibel. Bukan berarti anda tidak punya arah atau tujuan dalam hidup. Tapi, yang dimaksud adalah fleksibel dalam mengambil keputusan dll.

Sesungguhnya apa yang sudah dijelaskan diatas adalah jadikanlah yang benar adalah cukup agamamu.
.
.
Pengajian Kitab سحر القياده ~ كيف تصبح قائدا فعالا (The Magic Of Leadership ~ Bagaimana Anda Bisa Menjadi Pemimpin yang Berkarismatik) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *