Dr. KH. Marsudi Syuhud – Penerapan Ekonomi Islam Terabaikan Karena Banyak Muslim yang Tidak Mengenal Ulama yang Mengetahui Ilmu Ekonomi Islam Secara Detail


hobindonesia.id Pembahasan yang sebelumnya tentang problem atau penyebab orang – orang lalai tidak bisa merealisasikan ekonomi islam, ada 3 sebab yang menjadi alasan utama sampai – sampai lupa, yakni ;

Pertama, sesungguhnya orang islam tidak mengetahui akan pokok – pokok agama, apalagi hari ini, kenapa ekonomi ketuhanan tidak jalan, penyebabnya ? umat islam masih belum faham secara keseluruhan tokoh – tokoh agamanya. Orang berilmu jangan asal milih tokoh, yang semestinya harus difahami terkait tokoh agama yang dijadikan guru / kiai adalah kelimuan tentang agama.

Bahwa Islam tidak mengenal ulama, karena setiap orang-orang Islam itu (dianggap) ulama dan sesungguhnya hanya diketahui oleh orang-orang yang berilmu. Saat ini, tidak cukup seseorang memiliki budaya yurisprudensi Islam yang luas untuk menyikapi fatwa dalam masalah ekonomi modern yang kompleks. Tetapi selain itu, ia juga harus memiliki budaya ekonomi khusus yang akrab dengan asal-usul dan detail ekonomi.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Sistem Ekonomi Sosialis Atau Kapitalis Bukan Berarti Total Terlepas Dari Ekonomi Ketuhanan

Kedua, yurisprudensi para imam Islam sebelumnya dan para ahli hukum kuno. Meskipun nilainya tinggi, tidak diterima begitu saja, karena mereka sendiri bersifat praduga. Selain itu, sebagian besar penafsiran ini dibuat pada zaman selain zaman kita, pada keadaan selain keadaan kita dan untuk masalah selain masalah kita. Dan sesungguhnya kita pada hari ini dituntut untuk berusaha memberikan inspirasi untuk mengungkap aturan Islam dalam transaksi keuangan modern dan masalah ekonomi baru.

Ketiga, banyak dari mereka yang menulis dalam ilmu ekonomi Islam saat ini menyingkat penelitiannya pada topik-topik terbatas. Terutama berkisar pada riba, larangan bunga, perusahaan asuransi dan operasional perbankan, seolah-olah ekonomi Islam hanya terbatas pada topik bunga dan asuransi. Bahkan, sampai pada perlakuan mereka terhadap masalah-masalah ini dan seringkali berakhir dengan larangan mutlak dan ilegalitas tanpa membedakan antara berbagai operasi perbankan atau asuransi. Permainan mereka tidak memberi kami studi yang akurat tentang alternatif praktis dari apa yang dilarang. Juga dalam hal itu, ada setiap barikade pintu dan penyitaan terhadap yang diperlukan.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Affan Abdillah
#part 56

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *