Dr. KH. Marsudi Syuhud – Penerapan Ekonomi Islam Terabaikan Karena Sebagian Orang Bingung Antara Ekonomi Islam dan Ilmu Keuangan Islam


hobindonesia.id Dalam pertemuan yang 57 ini akan membahas tentang melamerealisasikan ekonomi ketuhanan, ekonomi islam pada bagian Keempat : Sebagian orang bingung antara ekonomi Islam dan ilmu keuangan Islam. Maka, dia memberi judul bukunya dengan istilah ekonomi Islam. Kemudian dia membahas topik-topik tentang khumus, fai’, ‘usyuur, kharaj, syirkah al-abdaan dan syirkah al-wujuuh. Meskipun sebagian besar dari topik-topik ini telah menjadi nilai sejarah, maka sesungguhnya itu tidak memberi kita studi yang serius dan dapat diandalkan dalam upaya untuk menghubungkannya dengan apa yang terjadi di dunia kontemporer kita.

3. Alasan masalah dan solusinya :
Alasan dari masalah ini pada akhirnya adalah karena kami tidak memiliki cukup sarjana yang mengkhususkan diri pada ekonomi Islam.

Dan di sini, menurut pendapat kami adalah penyakitnya dan inilah mata rantai yang hilang.

Baca Juga:Dr. KH. Marsudi Syuhud – Penerapan Ekonomi Islam Terabaikan Karena Banyak Muslim yang Tidak Mengenal Ulama yang Mengetahui Ilmu Ekonomi Islam Secara Detail

Para ahli ekonomi teknis kita kekurangan studi Islam yang mendalam. Oleh karena itu, mereka secara otomatis enggan mempelajari asal-usul ekonomi Islam atau melihat solusi Islam untuk masalah ekonomi era tersebut. Juga para ulama kita kekurangan studi ekonomi teknis. Oleh karena itu, mereka tidak pandai mengungkapkan tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam dan menerapkannya dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan menghubungkannya dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia ekonomi kita yang kompleks saat ini.

Karenanya, Muslim hari ini, rakyat dan pemimpin berada dalam lingkaran setan. Mereka melihat pada ekonomi Islam dan menuntut solusi Islam. Kemudian mereka membagi antara ekonomi kapitalis dan sosialis, serta menerapkan solusi kapitalis atau sosialis. Pada akhirnya, mereka hidup dalam batas-batas rezim asing yang tidak nyaman atau tidak menentramkan hati mereka.

Tidak ada cara untuk memperbaiki situasi ini atau menyingkirkan lingkaran setan ini, kecuali dengan mempersiapkan seorang ilmuwan di bidang ekonomi Islam yang menggabungkan antara “budaya hukum Islam yang luas” dan antara “budaya ekonomi teknik kontemporer”.

Hal ini tidak akan terjadi dengan berteriak untuk tekad atau dengan menarik ulama untuk spesialisasi. Tetapi hanya akan terjadi dengan mendirikan kursi atau departemen untuk mata pelajaran ini di universitas Islam, institut administrasi, perguruan tinggi perdagangan, hukum dll., sehingga memiliki siswa khusus.

Dalam metode ilmiah terorganisir ini, kami telah menyoroti asal-usul ekonomi Islam dalam semangat zaman dan kami telah jelaskan kemungkinan penerapannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Dengan metode ini saja, kami mengakhiri semua bentuk fanatisme buta dan himbauan kosong, juga memungkinkan ekonomi Islam untuk tumbuh dan sejahtera, berkontribusi untuk memecahkan masalah dunia dan menegakkan Islam.

Ini adalah teriakan dari dalam yang saya sampaikan kepada semua pejabat terutama ekonom dan cendekiawan agama, untuk pengetahuan dan kebenaran, juga untuk Islam dan orang-orang Islam. Itu karena ekonomi Islam adalah kekuatan material dan spiritual Islam. Melalui itu juga; kohesi, kebesaran dan misi global bangsa Islam tercapai.

Adakah apakah Anda telah mencapainya ?, mudah-mudahan dan saksikanlah !

Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan satu kitab yang menjelaskan tentang kebijakan ekonomi ketuhanan, ekonomi pancasila, atau ekonomi islam.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Affan Abdillah
#part 57
#khatam

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *