Dr. KH. Marsudi Syuhud – Penting Mengawasi Otoritas Pararel


hobindonesia.id Pertemuan hari ini melanjutkan tema sebelumnya yakni “negara institusi”. Berikut kelanjutannya :

Jika lembaga di sebuah negara menyadari tabiat waktu, tantangan keadaan, dan bahaya di sekitar atau yang dihadapi tanah air, maka mereka menjadi homogen dan saling melengkapi, dan masing-masing tahu tugasnya dan tidak mengabaikannya, tidak mengabaikan perannya juga tidak melampauinya, dan semua orang menyadari bahwa tanah air adalah bagi semua orang, dan untuk semua orang, dan menampung semua, dan menyadari bahwa perbedaan yang lebar antara persaingan terpuji dalam melayani bangsa, dan persaingan tercela dalam memperjuangkan kepentingan, adalah untuk mempersingkat kita pada banyak langkah dalam arah konstruksi, dan untuk menghindari banyak faktor penurunan, kerugian, dan pembongkaran.

Apa yang tidak diragukan lagi dan tidak salah lagi adalah bahwa di Mesir kami (pengarang kitab) tercinta, kami (pengarang kitab) membangun sistem kelembagaan yang menghormati lembaga-lembaga nasional, menghargai perannya, berusaha untuk memperkuatnya, dan memberinya kesempatan penuh untuk membangun kembali dirinya sendiri di atas ketetapan nasional, landasan nasional, dan aturan nasional yang kokoh yang tidak mendiskriminasi atas dasar agama atau warna kulit, atau ras, atau jenis kelamin dengan cara dan setidaknya pada tingkat yang tidak terlihat pada generasi kita. Jadi, visi yang kita hadapi berbeda dari sebelumnya, yaitu visi yang berwawasan. Jika kita memanfaatkannya dengan baik, kondisi kita pasti akan berubah menjadi lebih baik ke arah membangun negara demokrasi modern yang kokoh, terbaru, yang kuat dan solid serta berakar pada konstruksinya yang beradab dan demokratis yang mengambil rakyat ini berakar pada peradabannya.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Suatu Kekacauan Dilakukan Oleh Orang-Orang Bayaran

Kami (pengarang kitab) telah menghilangkan banyak kesalahan tirani fungsional yang tidak kalah berbahaya di antara para pemimpin junior tentang bahayanya di antara orang-orang yang lebih tua. Pada saat kepala hirarki kekuasaan di Mesir berupaya untuk mengkonsolidasikan peran institusi, kami (pengarang kitab) semua harus berusaha untuk memaksimalkan tren ini, menyoroti dan mengkonsolidasikannya, dan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang menyimpang darinya, sehingga kita tidak bersaing dengan tirani beberapa pegawai kecil di bawah naungan negara yang kepemimpinan politiknya bekerja untuk mengkonsolidasikan dasar-dasar peradilan administratif dan sistem kelembagaan.

Hal tersebut disusun di dalam pendahuluan prioritas-prioritasnya, dan di dalam salah satu yang terpenting dari pilar-pilar falsafah dan ideologinya pada konstruksi negara nasionalisme demokrasi modern yang terbaru. Hal yang lebih penting daripada itu semua adalah tidak membiarkan otoritas yang sejajar dengan otoritas negara untuk didirikan atau bahkan untuk membentuk kembali, terutama entitas paralel yang teroris dan kelompok ekstremis berusaha untuk memaksakan pada masyarakat, karena ini adalah bahaya yang akan segera terjadi yang harus diperperhatikan dan dihilangkan.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 48

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *