Dr. KH. Marsudi Syuhud – Pentingnya Memasukkan Pelestarian Tanah Air di Perguruan Tinggi


hobindonesia.id Gagasan ini berakar dan mengkristal dari ketertarikan saya (pengarang kitab) yang kuat pada masalah negara nasional dan legitimasinya, dan pada apa yang telah dicapai oleh beberapa kelompok ekstremis yang menyangkal preferensi bangsa untuk itu, dan yang mencoba menempatkan orang dalam kontras yang salah antara agama dan negara. Maka adakalanya (di pandangan mereka) besama agama atau bersama negara seolah-olah itu adalah dua kontradiksi, meskipun agama tidak didirikan atau dilindungi atau dilestarikan di udara terbuka. Sesungguhnya hanya perlu bagi negara untuk melindunginya dan mengibarkan benderanya tinggi-tinggi.

Para ahli hukum telah memutuskan bahwa jika musuh memasuki negara Muslim, jihad dan mendorong musuh akan menjadi fadlu ‘ain pada penduduk negara ini : pria dan wanitanya, tua dan mudanya, kuat dan lemahnya, bersenjata dan terhormatnya. Masing-masing sesuai kemampuan dan kekuatannya. Bahkan jika mereka semua mati, dan bahkan jika mempertahankan rumah dan tanah air bukan salah satu tujuan terpenting syariah, mereka akan meninggalkan tanah air dan menyelamatkan diri mereka sendiri dan menyelamatkan agama mereka.

Baca Juga;Dr. KH. Marsudi Syuhud – Rasulullah Saw Mencintai Tanah Air-Nya

Saya telah melihat masalah perguruan tinggi ini dari segi jumlah dan susunannya, maka kemudian saya berpendapat bahwa itu bukan Alquran atau pun Sunnah. Itu adalah pendapat dan yurisprudensi dalam pandangan para ulama dan para mujtahid tentang apa yang harus dipertahankan sebagai sebuah hal yang diperlukan.

Dan disebabkan bahwa melestarikan tanah air dan membangun negara dan entitasnya tidak kalah pentingnya dari apa yang telah disebutkan para sarjana dari perguruan tinggi lain. Karena tidak ada patriot yang waras atau jujur yang tidak siap untuk menebus tanah airnya dengan dirinya sendiri dan dengan hartanya. Jadi kita lihat kebutuhan untuk memasukkan pelestarian tanah air di antara perguruan tinggi ini, terutama di era kita ini, ketika tanah air kita menjadi sasaran dan upaya untuk dibongkar, yang membuat kita memutuskan dengan kepastian bahwa fakultas harus enam : agama, tanah air, jiwa, pikiran, harta, dan “keturunan, garis keturunan dan kehormatan”.

Selain itu, disebabkan bahwa pelestarian tanah air hanya dapat berlangsung melalui keadaan yang melindunginya dan berusaha untuk mempertahankannya. Menjaga pembangunan bangsa sesuai dengan kebutuhan dalam tujuan keseluruhan ini, sebagai hal yang tidak dapat dipenuhi oleh tugas itu kecuali dengannya, dan kehancuran dan pembongkaran negara telah menjadi tidak sesuai dengan tujuan keseluruhan ini.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 28

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *