Dr. KH. Marsudi Syuhud – Peran Ekonomi Islam Bagi Dunia Islam


hobindonesia.id Dalam pembahasan kali ini adalah pada cabang yang kedua, terkait ‘ Peran Ekonomi Islam Bagi Dunia Islam.’

Pertama, Ekonomi Islam Adalah Pendekatan Ekonomi Yang Menyediakan Tanggapan Pada Masyarakat Islam : Dunia Islam mencakup lebih dari 1000 (seribu) juta Muslim (di antaranya sekitar 150 (seratus lima puluh) juta orang Arab) yaitu, sekitar 15% dari populasi planet ini, atau katakanlah satu dari setiap enam atau tujuh orang di dunia memeluk Islam.

‘Islam setelah ini, setelah perkembangan yang dinamis adalah stabil dan jangka panjang. Memang, hari ini mungkin perkembangan agama yang paling normal. Di satu sisi, setiap hari memperoleh daratan baru dan kekuatan tambahan di sepanjang kawasan yang luas di Afrika dan mungkin di Asia tropis, selain dunia baru di utara dan selatan… Tampaknya kekuatan relatifnya dalam demografi dunia akan terus berkembang dan mungkin pergantian abad tidak terjadi, kecuali setiap lima orang telah menjadi muslim’ (Lihat Dr. Jamal Hamdan dalam bukunya, The Contemporary Islamic World, Edisi Pertama tahun 1971, Dar Alam al-Kutub, hal. 12).

Kelompok-kelompok Islam ini terkait dengan ajaran doktrinal, intelektual dan psikologis Islam, serta secara politik dan ekonomi. Karenanya, cara terbaik untuk menggerakkan kelompok ini dan mendapatkan tanggapan cepatnya adalah melalui Islam dan atas nama Islam.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Peperangan Kita Hari Ini Adalah Peperangan Ekonomi

Dan kita harus menyebutkan bahwa revolusi Bolshevik pada tahun 1917 M. mendapat perlawanan yang kuat di wilayah Islam Uni Soviet, di mana mayoritas Muslim terkonsentrasi, seperti Kaukasus dan Tatar, dan bahwa para pemimpin Soviet tidak dapat menembus ke daerah-daerah ini, kecuali setelah mereka mengklaim bahwa mereka datang untuk melaksanakan ajaran Islam dari arah penghapusan monopoli dan eksploitasi, pembentukan persamaan dan musyawarah, serta pembangunan ekonomi di atas basis baru selain riba (Lihat studi kami dalam bahasa Prancis, Islam di Uni Soviet, Jurnal Hukum dan Ekonomi yang diterbitkan oleh para profesor Fakultas Hukum di Universitas Kairo, edisi kedua tahun 1970 M., hlm. 148 dan seterusnya. Juga lihat studi kami dalam bahasa Prancis, The Role of Islamic Thought in Correcting Marxist Concepts, Journal of Contemporary Egypt, Issue No. 343 Januari 1971 M. Role de l’Intelegence Musulmane a la Reforme des Conceptions Marxistes).

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika anda memilih jalan reformasi, anda harus mempertimbangkan kondisi lokal bangsa, komposisi psikologis dan historisnya. Juga bahwa realisasi dari setiap perubahan atau reformasi di dunia Islam itu tergantung pada pembuktian bahwa Islam mendukung atau setidaknya tidak menentangnya.

Oleh karena itu, pentingnya ekonomi Islam dan perannya bagi dunia Islam muncul, karena ini adalah metode ekonomi yang menghubungkan massa dunia ini secara budaya, yang memiliki kepastian dan respons psikologis.

Kedua, Ekonomi Islam Adalah Pendekatan Ekonomi Yang Memiliki Efektivitas Dan Kekuatan Implementasi : Selain hal-hal tersebut di atas, dasar ilmu ekonomi Islam adalah hukum Islam, yaitu aturan-aturan yang diyakini umat Islam akan kekeramatan dan kesuciannya serta keharusan untuk melaksanakannya berdasarkan keyakinan.

Dan keyakinan agama mereka bahwa Islam adalah agama yang turun dari langit kepada penutup para nabi. Juga bahwa tidak terbatas hanya pada ibadah dan bimbingan spiritual, tetapi itu terutama merupakan cara hidup dan regulasi politik, sosial dan ekonomi untuk masyarakat.

Tidak ada keraguan bahwa asosiasi ekonomi Islam dengan keyakinan agama menciptakan suasana dan iklim untuk menerima peraturannya dan memastikan kekuatan pelaksanaannya.

Jika, pintu masuk ke gerakan atau reformasi sosial atau ekonomi adalah untuk menanamkan gagasan dan prinsipnya dalam pikiran dan jiwa sebelum mencoba membawanya ke lapangan kerja, yang mempersiapkan suasana dan mempersiapkan orang untuk merangkul reformasi ini dan berpartisipasi dalam gerakan ini sebelum mencoba memaksa mereka untuk melakukannya dengan kekuatan hukum dan otoritas negara, maka inilah saatnya sudah sepatutnya kita mendapatkan keuntungan dalam hal ini dari doktrin agama dalam Islam, yaitu doktrin kemajuan, perkembangan dan kebaikan bersama (Lihat makalah kami, Islam and Socialism, Journal of Governmental Issues Management, Edisi Pertama Tahun Kedua Belas, Januari dan Maret 1968 M. Lihat juga penelitian kami, The Autism of Islam, Journal of Governmental Issues Management, Edisi Pertama, Tahun Kelima Belas, Januari dan Maret 1971 M.).

Keyakinan di dalamnya (sebagaimana disebutkan di atas) bukanlah keyakinan abstrak atau metafisika (okultisme), melainkan keyakinan khusus yang terkait dengan pekerjaan dan produksi :“إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمۡ خَیۡرُ ٱلۡبَرِیَّةِ”(Surat Al-Bayyinah, ayat No. 7), terkait dengan keadilan dan distribusi yang baik :”ٱعۡدِلُوا۟ هُوَ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۖ”(Surat Al-Ma’idah, ayat N0. 8) dan penolakan terbesar terhadap agama adalah membiarkan anggota masyarakat menderita kerugian dan kekurangan :”أَرَءَیۡتَ ٱلَّذِی یُكَذِّبُ بِٱلدِّینِ، فَذَ ٰلِكَ ٱلَّذِی یَدُعُّ ٱلۡیَتِیمَ، وَلَا یَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِینِ”(Surat Al-Ma’un, ayat No. 1-3).

Sudah sepatutnya kita mengevaluasi ekonomi kita berdasarkan ajaran Islam untuk memastikan efektivitas dan kekuatan implementasinya, yang merupakan tujuan di mana setiap regulasi ekonomi mencari kesuksesan dan kelangsungan.

Oleh karena itu, dari sudut lain, muncullah pentingnya ekonomi Islam dan perannya bagi dunia Islam, karena dalam pendekatan ekonomi itulah massa dunia ini terkait secara ideologis, memiliki efektivitas dan kekuatan implementasi.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 45

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *