Dr. KH. Marsudi Syuhud – Perang Generasi Kelima : Perang Terkotor Dalam Sejarah Umat Manusia


hobindonesia.id Ketika agama kita yang benar menolak kebohongan secara umum dan menganggapnya sebagai salah satu tanda pertama kemunafikan, maka nabi kita Muhammad Saw bersabda :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya :”Tanda orang munafik itu tiga : Jika dia berbicara maka dia berbohong, jika dia berjanji maka dia melanggarnya, dan jika dia dipercayakan maka dia mengkhianati”(Shohih Bukhari : Kitab al-Iman, Bab ‘Alamatul Munafiq, Nomor 33. Dan Shohih Muslim : Kitab al-Iman, Bab Bayanu Khisholil Munafiq, Nomor 216).

Beliau juga bersabda :
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدْي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإنَّ الفُجورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Artinya :”Anda harus jujur, karena kejujuran mengarah pada kebenaran. Dan kebenaran menuntun ke surga. Seorang pria senantiasa jujur dan menuju kejujuran hingga di sisi Allah ia ditulis sebagai seorang yang suka jujur. Dan takutlah pada kebohongan, karena kebohongan menuntun pada amoralitas, dan amoralitas menuntun pada neraka. Seorang pria senantiasa berbohong dan menuju kehohongan hingga di sisi Allah ia ditulis sebagai seorang yang suka berbohong”(Shohih Muslim : Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab Qubhul Kadzibi wa Khusnis Shidqi wa Fadlihi, Nomor 6805).

Karena hal itu lebih tercela ketika menyangkut mereka yang mengklaim kebajikan, sedangkan kebajikan itu sendiri terlepas dari mereka. Mereka digambarkan sebagai pembohong, munafik, dan mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Sebagaimana Dia (Allah) berfirman :
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ (٢) كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفۡعَلُونَ
Artinya :” Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (2). Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”(Surat Ash-Shaf, ayat 2-3).

Lalu apa pikiran Anda jika apa yang mereka lakukan itu sampai pada korupsi dan korupsi di lapangan, yang merupakan dukacita Al-Qur’an bagi orang-orang munafik dan perusak, di mana dia (Allah) yang maha benar berfirman :
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یُعۡجِبُكَ قَوۡلُهُۥ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَیُشۡهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِی قَلۡبِهِۦ وَهُوَ أَلَدُّ ٱلۡخِصَامِ (٢٠٤) وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِی ٱلۡأَرۡضِ لِیُفۡسِدَ فِیهَا وَیُهۡلِكَ ٱلۡحَرۡثَ وَٱلنَّسۡلَۚ وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ
Artinya :” Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras (204). Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan”(Surat Al-Baqarah, ayat 204-205).

Di era sekarang ini banyak fakta yang telah berubah, terutama dalam sistem dan cara berperang. Perang tidak lagi satu dimensi, yaitu tidak lagi murni militer atau keamanan, atau bahkan intelijen murni, dalam konsep tradisional sistem intelijen lama. Metode perang generasi keempat telah berkembang, dan kita masuk tanpa banyak orang menyadari apa yang bisa disebut perang generasi kelima, yang merupakan perang terkotor dalam sejarah umat manusia, karena mereka menggunakan segala cara ilegal menggunakan terorisme, mengadopsi teroris dan mendukung mereka atas nama perang mereka, memaksimalkan masalah pengkhianatan, membeli loyalitas, dan metodologi penggunaan senjata rumor, yang telah kita hindari, bahkan sedang dipelajari dan dilatih oleh beberapa pihak yang mencurigakan. Batalyon elektronik digunakan untuknya, dengan penggunaan sarana pengepungan dan tekanan politik, ekonomi dan psikologis yang maksimal, dan upaya putus asa untuk menghasut orang-orang dan menghasut mereka melawan penguasa mereka, mendistorsi simbol dan keuntungan nasional, mempertanyakan semua pencapaian dan meremehkannya.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 67

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *