Dr. KH. Marsudi Syuhud – Perbedaan Tujuan Ekonomi Kapitalis Dengan Ekonomi Ketuhanan


hobindonesia.id Pembahasan yang sebelumnya membahas terkait tujuan ekonomi kapitalis yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Sedangkan tujuan ekonomi ketuhanan mencapai dunia, untuk meramaikan dunia dan menghidup – hidupinya.

Salah satu ciri terpenting dari ekonomi Islam adalah bahwa tujuan kegiatan ekonomi adalah untuk merekonstruksi dan menghidupkan kembali dunia dan agar semua orang dapat menikmati manfaatnya. Juga itu bukan kontrol atau hegemoni ekonomi atau monopoli kelas atau negara tertentu atas barang-barang dunia, seperti halnya dalam sistem ekonomi positifistik, baik kapitalis maupun sosialis.

Oleh karena itu, krisis dunia selalu karena kurangnya tujuan kegiatan ekonomi. Dari sini terjadi pertempuran lama dan konflik yang berkelanjutan antara suku-suku dan kemudian negara atas sumber daya alam. Saat ini ada dua kekuatan besar antara (Amerika dan Rusia) dalam hal masing-masing berusaha untuk mengontrol negara-negara lain di dunia dan memonopoli kekayaan mereka, bukan Kerja sama dan integrasi di antara mereka. Ini adalah kekacauan dan kebingungan yang diderita dunia saat ini, kerugians dan kehancuran yang diderita juga diderita generasi sekarang karena kepahitannya.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Umat Islam dituntut Untuk Menjadi Orang Kaya

Sedangkan bagi Islam, tujuan kegiatan ekonomi adalah merekonstruksi dan menghidupkan kembali dunia agar semua orang dapat menikmati manfaatnya. Karena menurut konsepsi Islam, manusia adalah suksesor Allah di bumi-Nya. Dia selalu dituntut untuk naik ke tingkat kekhalifahan dengan merekonstruksi dunia, menghidupkannya kembali, memanfaatkan energinya untuk mengabdi kepada-Nya dan generasi mendatang, karena ada firman-Nya (Allah) yang Maha Luhur :”وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَمَا فِی ٱلۡأَرۡضِ جَمِیعا مِّنۡهُۚ”( Surat Al-Jatsiyah, ayat No. 13.) dan ucapan Rasulullah Saw. :”Dunia ini manis dan segar. Juga sesungguhnya Allah akan menunjuk Anda di dalam-nya dan melihat bagaimana Anda bekerja” (Diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shohih-nya.)

Bahkan, Rasulullah Saw. melanjutkan konsepsinya tentang ketertarikan Islam pada produksi dan rekonstruksi, dengan mengatakan :”Jika hari kiamat telah lepas landas dan salah satu dari kalian memiliki fasiilah (yaitu, benih) di tangannya, maka dia jangan berdiri sampai dia menanamnya. Jadi hendaklah ia menanamnya, maka dia mendapat pahala sebab itu”.( Umdat al-Qari fi Sharh Sahih al-Bukhari, oleh Sheikh al-Ayni, Edisi Pers Amiri Kairo, Bagian 12, hal. 155.)

Maka demikian tujuan ekonomi ketuhanan sesungguhnya yakni, untuk meraimakan dunia dan menghidupkannya. Dan manusia menjadi khalifah untuk mengambil isinya dunia, bukan merusak.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 32

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *