Dr. KH. Marsudi Syuhud – Selalu Ada Dua Kelompok Di Dunia; Yang Mempertahankan dan yang Melemahkan Negara


hobindonesia.id Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Berkah dan keselamatan atas penutup para nabi dan rasulnya, baginda kita Muhammad bin Abdullah dan atas keluarganya, sahabat dan mereka yang mengikuti bimbingannya sampai hari kiamat.

Dan kemudian :
Ada perbedaan antara yurisprudensi negara, kesadaran akan tantangan yang menghadapinya, cara untuk melestarikannya, keniscayaan dan legitimasi untuk membelanya, mempertahankan kekuatannya dan pengorbanannya untuk kepentingan mereka dan antara kegunaan kelompok yang sebagian besar didasarkan pada upaya untuk melemahkan negara untuk menghancurkan sistemnya dan menggantikannya. Bahkan walaupun itu mengarah untuk menggulingkan negara atau menghapusnya dari peta dunia dengan membongkarnya menjadi entitas kecil yang tidak menguntungkan atau merugikan, atau bahkan menghapusnya sepenuhnya dari eksistensi dunia sebagai negara dengan merobeknya dan menelannya oleh negara atau kekuatan lain.

Jadi, selalu ada dua kelompok yang berbeda di sebuah negara. Yakni kelompok yang mempertahankan dan kelompok yang melemahkan negara. Coba hari ini anda lihat di negara kita ada kelompok yang senantiasa mempertahankan negara, seperti NU (Nahdlatul Ulama). Namun, di sisi lain juga sangat terlihat di depan mata ada kelompok yang berusaha melemahkan, mengganti sistem bahkan bermaksud menghancurkan negara.

Beberapa hari yang lalu, kita dihebohkan di dunia maya dengan fenomena sekelompok orang yang adzan namun lafadh-nya diganti, menjadi hayya ‘alal jihaad (mari melakukan jihad) sembari membawa senjata tajam. Padahal, jelas sekali di negara kita adalah negara yang sudah merdeka. Jadi, hal ini sesungguhnya adalah bentuk propaganda yang tujuannya untuk memecah belah, merebut kekuasaan, atau mengganti sistem. Maka, jangan sampai kelompok ini diberi kesempatan. Kecuali jika tujuan mereka adalah merubah sistem, namun dengan cara yang disepakati (musyawarah) bersama.

Kelompok ekstrimis memandang segala sesuatu yang memperkuat negara bertentangan dengan kepentingannya dan segala sesuatu yang melemahkan negara tentu saja untuk kepentingannya dan membawa aspirasinya lebih dekat. Karena tidak ada kelompok ekstremis yang dapat melompat ke tampuk kekuasaan atau melengkapinya kecuali di negara yang lemah, runtuh, longgar dan lembek.

Mereka sebenarnya tidak bisa menguasai negara, kecuali kalau keadaannya lemah. Ciri-cirinya yaitu; memecah belah masyarakat dengan pemerintah, antara organisasi dengan organisasi, antara penganut agama, bahkan antara masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.

Kelompok-kelompok ini berbuat sesuai dengan strategi sistematis yang bertujuan untuk menciptakan semacam perpecahan antara masyarakat dan penguasanya, atau mengatakan bahwa mereka bekerja keras untuk menjelekkan rezim yang berkuasa bahkan jika itu berada di jalur Ibn al-Khattab sendiri dan mengklaim bahwa mereka adalah pelindung, yakni melindungi agama, memutarbalikkan ucapan dari posisinya lagi memutar balikkan leher teks.

Mereka ini bukan hanya ada di indonesia, tetapi juga di negara lain. Ini bisa dibuktikan bahwa kitab ini (yang sedang kita baca) adalah kitab karangan Ulama Mesir dan penulisnya mendeskripsikan demikian pada saat mengarangnya yang mengacu pada teritorial-nya sendiri. Mereka juga merasa dalam rangka membela agama padahal ucapan dan tingkah lakunya tidak mencerminkan akhlak yang diajarkan agama islam.

Dan inilah yang Nabi kita (SAW) memperingatkan kita dan menyeru kita untuk menghadapinya dan menjelaskan distorsi dan kepalsuannya, jadi beliau (SAW) berkata :”يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ, يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ, وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ, وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ” (رواه البيهقي)

Artinya :
“Ilmu ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi nya yang menghapuskan pengubahan kaum ekstrimis, kebohongan para pemalsu dan penjelasan orang-orang bodoh” (diriwayatkan oleh al-Bayhaqi).

Jadi, kelompok ekstrimis ini sudah dijelaskan keberadaannya di dalam kitab ini oleh pengarangnya. Namun kita tidak perlu khawatir akan eksistensi mereka, karena Baginda Nabi kita Muhammad Saw. telah menjamin adanya orang-orang terpercaya yang menyelamatkan ilmu ini dari propaganda kaum ekstremis. Anda juga tidak perlu ikut-ikutan organisasi/kelompok baru. Ikuti saja organisasi/kelompok yang terpercaya. Organisasi yang terpercaya itu adalah organisasi yang punya Ulama banyak dan jelas pegangannya (kitab-nya). Adapun tujuan mempelajari kitab ini adalah agar kita punya pegangan dan tidak bingung dalam ber-Negara.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 01

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *