Dr. KH. Marsudi Syuhud – Seluruh Alam Semesta Didasarkan Pada Keteraturan


hobindonesia.id Seluruh alam semesta didasarkan pada keteraturan, sebagaimana yang maha benar (Allah Swt) berfirman :
ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٍ
Artinya :“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan”(Surat Ar-Rahman, ayat 5).

Maka segala sesuatu di sisi-Nya (di sisi Allah Swt) adalah dengan perhitungan, keteraturan dan takdir. Dia (Allah Swt) berfirman :
وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤءَۢ بِقَدَرٍ فَأَسۡكَنَّـٰهُ فِی ٱلۡأَرۡضِۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابِۭ بِهِۦ لَقَـٰدِرُونَ
Artinya :“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya”(Surat Al-Mu’minun, ayat 18).

Yang Mahakuasa berkata :
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن طِینٍ (١٢) ثُمَّ جَعَلۡنَـٰهُ نُطۡفَةً فِی قَرَارٍ مَّكِینٍ (١٣) ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةً فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَـٰمًا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَـٰمَ لَحۡمًا ثُمَّ أَنشَأۡنَـٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَـٰلِقِینَ
Artinya :“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik”(Surat Al-Mu’minun, ayat 12-14).

Dan Dia (Allah Swt) berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلَّذِینَ یُقَـٰتِلُونَ فِی سَبِیلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنۡیَـٰنٌ مَّرۡصُوصٌ
Artinya :”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”(Surat Ash-Shaf, ayat 4).

Sistem ini merupakan kebutuhan religius, nasionalis, dan kemanusiaan, karena orang tidak memperbaiki kekacauan tanpa ketertiban, dan negara bukanlah negara tanpa ketertiban. Fondasi pertama negara : rakyat, tanah, sistem dan pemerintahan. Sistem ini adalah apa yang diungkapkan dalam konstitusi dan hukum, dan apa yang dijelaskan hukum atau yang bersumber darinya dalam hal peraturan, petunjuk dan pedoman. Juga apa yang dilakukan lembaga negara untuk menempatkan kontrol untuk mengatur kehidupan masyarakat di berbagai bidang, yang kesemuanya merupakan prasyarat bagi arsitektur alam semesta dan kestabilan urbanisasi.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 55

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *