Dr. KH. Marsudi Syuhud – Sistem Ekonomi Kapitalis Dan Sosialis Tidak Bisa Memenuhi Kebutuhan Spiritual


hobindonesia.id Melanjutkan pembahasan yang selanjutnya yakni, cabang yang pertama tentang “karakter keimanan dan spiritual bagi kegiatan ekonomi”. Sebelum membahas lebih jauh lagi, perlu difahami lagi terkait tujuan ekonomi ketuhanan atau ekonomi islam adalah mengumpulkan antara kemaslahatan materi dan kebutuhan spiritual. Jadi, secara tidak langsung seseorang butuh keduanya. Artinya kapitalis dan sosialis itu hanya pada materi saja tidak ada rohani-nya.

Di bawah sistem ekonomi buatan manusia, aktivitas ekonomi tidak melampaui batas materi. Kesalahan dari sistem-sistem ini adalah bahwa ia hanya memahami manusia sebagai materi, realitas dunia terbatas pada materialismenya dan perolehan materi atau kecukupan materi adalah semua kehidupan manusia. Karenanya, kehampaan spiritual atau kebangkrutan psikologis ini diderita oleh masyarakat yang memeluk agama sebab sistem material ini.

Selain itu kegiatan ekonomi semuanya teorinya untuk mencari materi. Inilah kesalahan manusia dalam sistemnya hanya materi saja. Padahal manusia butuhnya bukan cuma materi saja. Maka dengan begitu sesungguhnya pada dunia nyata manusia hanya terbatas pada materi saja.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Tiga Dasar Pengaruh Utama Dalam Ekonomi Islam

Kekosongan rohani/spiritual dan kembangkrutan secara psikologi, yang membuat masyarakat menderita itulah yang sesungguhnya ditolak oleh sistem kapitalis. Sebab manusia tidak hanya butuh materi saja, artinya keinginan bahagia bukan cuma butuh uang saja. Jadi, materi tidak bisa menjawab kebutuhan manusia. Banyak orang kebanyakan uang, malah kehidupan tidak bisa bahagia.

Ketika sistem ekonomi tidak membawa ketuhanan hanya murni materi saja. Itu artinya, sistem ekonomi hanya fokus pada materi saja tidak ada spiritualnya. Jadi kalau orang kebutuhannya materi saja, dengan cara apapun dihalalkan demi mencapai tujuannya. Jadi, pada akhirnya jiwanya akan bangkrut tidak akan bisa menerima kesenangan.

Adapun masyarakat Marxis, meskipun upaya terus menerus mereka untuk meningkatkan kepercayaan dalam politik sosialis ke tingkat keyakinan agama, mereka tidak mencapai keberhasilan, karena doktrin ini tetap materialistis dan tidak memuaskan kelaparan spiritual dan tidak mengisi kekosongan kebutuhan agama. Hal ini menyebabkan masyarakat ini, bertentangan dengan interpretasi material mereka tentang alam semesta, untuk mencairkan klausul mereka terhadap agama dan memungkinkan pembentukan ritual keagamaan; Sebaliknya, beberapa dari mereka, seperti Jerman Timur, Polandia dan Hongaria, pergi untuk mengalokasikan dana kepada mereka dalam anggaran mereka dan dalam semua itu kembali ke agama dan pengakuan atas peran mereka dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi.

Maka dengan demikian kekosongan spiritual itulah yang disebut dengan bangkrut secara psikologi. Jadi, orang yang tidak punya doktrin secara spiritual yang kuat, dan pada realitasnya akan mempunyai keinginan kuat dengan melakukan apa saja agar mencapai tujuannya yang diingini. Sebab yang dipikirkan hanya uang, uang saja.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 26

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *