Dr. KH. Marsudi Syuhud – Tidak Sama Antara Ilmu Dalam Perspektif Negara Dan Perspektif Kelompok


hobindonesia.id Negara artinya : kepentingan umum, visi umum, konstruksi umum, strategi terintegrasi, berbeda dengan cara pandang kelompok sempit yang hampir tidak mengabaikan kepentingan kelompok.

Sedangkan untuk kelompok, pandangannya sempit, dan sebagian darinya hampir membatasi pengetahuan pada aturan hukum kebaktian, terutama warisan yurisprudensi, dan seperti yang dikutip dari para ahli hukum kuno terlepas dari mengamati keadaan waktu, tempat atau kondisi, dan tanpa apapun perbedaan antara apa yang sakral dan tetap dan apa yang bervariasi atau menerima untuk berubah sebab perubahan waktu, tempat dan kondisi, melalui ijtihad para spesialis dari orang yang mempunyai ilmu dan pandangan berpikir.

Beberapa dari mereka hanya dapat dilihat dari al-‘ilm al-ghaibiy (pengetahuan yang tidak terlihat) atau pengetahuan metafisik. Pleonastis yang mungkin mengikutinya terkadang berkelanjutan pada beberapa orang sampai tingkatan mengkalim ilham (informasi rahasia) dan sejenisnya, meskipun kami tidak menyangkal asal-usul pengetahuan metafisik di mana yang maha benar (Allah Swt) mengatakan :
وَعَلَّمۡنَـٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمًا
Artinya :“Dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”(Surat al-Kahfi, ayat 56).
Kami menegaskan bahwa itu berarti konsiliasi terhadap pendapat yang benar, dan ucapan yang benar, kebenaran dan petunjuk, dan tidak mengklaim mengetahui atau memprediksi yang ghaib.

Dan ada kategori lain, bilamana seorang pendatang baru modern muncul di bidang ilmu modern, penelitian dan ilmu terapan dan ilmu ruang angkasa, maka kelompok ini pergi untuk menemukan hubungan antara penemuan modern ini dan teks buku dan Sunnah, sarat dengan teks yang tidak bisa mereka temukan. Dan mereka melakukannya juga dengan setiap masalah pariwisata, industri atau lainnya, dalam upaya untuk menghubungkannya ke teks teks, bahkan jika itu jelas merupakan penyalahgunaan.

Beberapa dari mereka hanya peduli dengan pengetahuan yang mencari keuntungan kelompok dan membangun dasar kesetiaan dan afiliasi buta dan tuli dengannya.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 42

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *