Dr. KH. Marsudi Syuhud- Mendekatkan Kemanfaatan dan Menjauhkan Kemudharatan Adalah Tujuan Sistem Ekonomi Islam


الجمع بين مصلحتين الخاصة والعامة او خصة التوفيق والموازنة بين المصالح المتضاربة

hobindonesia.id Mengumpulkan atau Menyatukan antara kedua maslahah yang berupa khusus dan umum. Maka pembahasan yang pertama yakni, kemaslahatan dibagi menjadi dua yakni khusus dan umum, yang mana kemaslahatan untuk pribadi islam sudah mengakui dan diakui. Begitupun untuk orang banyak.

Dalam urusan sistem ekonomi mempunyai tujuan untuk merealisasikan kemaslahatan sendiri, yakni bisa diartikan dengan mendekatkan kemanfaatan dan menjauhkan kemudharatan. Tapi, ketika merealisasikan kemaslahatan, sering terjadi gesekan antara keduanya. Contohnya, pemerintah membuat jalan tol yang mempunyai tujuan untuk masyarakat umum. Disamping itu, harus mengurangi kemanfaatan yang sudah dirancang. Sebabnya tanah tersebut dimiliki orang lain. Artinya kepemilikan khusus dibutuhkan untuk orang banyak.

Dua kepentingan tersebut, antara lain seperti sistem dan doktrin individu. Jadi, kalau negara barat itu memperkuat kepentingan individu. Artinya kepentingan individu melampaui kepentingan bersama. Di negara barat BUMN tidak menjadi hal penting. Sebab yang diperkuat adalah ekonomi individu. Tapi, disebagian belahan di dunia ada yang lebih mengutamakan kepentingan bersama yang sifatnya sosialisasi, seperti halnya di negara Rusia, China dll. Dari dua kontradiktif tersebut, pertanyaannya yang ekonomi Pancasila atau ekonomi islam letaknya di mana? Untuk kebijakan ekonomi islam ini adalah ditengah – tengahanya antara dua model tersebut. Jadi, islam mengakui keduanya.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud- Hukum Kebijakan Ekonomi Islam Tetap, Tetapi Penerapannya Bisa Berkembang

Pembahasan yang kedua, model kebijakan ekonomi ketuhanan sudah mempunyai posisi sejak awal 15 abad yang lalu. Jadi kebijakan ekonomi islam tidak hanya fokus pada kemaslahatan secara individu saja. Tapi, juga mengakui keduanya.

Seperti halnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَکُوْنُوْا شُهَدَآءَ عَلَى النَّا سِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا

Artinya : “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 143)

Dan sabda Rasulullah Saw اياكم والغلو، فانما اهلك من كان قبلكم الغلو

Baik Allah dan Rasulullah telah mengajarkan kepada anda, mengambil kebijakan ditengah – tengah, tidak terlalu ke kiri dan ke kanan. Kepentingan individu kita akui, kepentingan kebersamaan juga kita akui.

Garis besarnya membangun ekonomi ketuhanan, ekonomi islam adalah membangunnya ditengah – tengah. Sebab sesungguhnya moderat adalah ‘karakter islam’.
.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *