Dr. KH. Marsudi Syuhud – Ulama Sebagai Bendera Perdamaian


hobindonesia.id Kita semua harus menyadari bahwa kekuasaan kehakiman pada orang lain dan pada orang yang berbeda serta menghapusnya dari ingatan manusia adalah hal yang mustahil dan bertentangan dengan hukum universal Allah yang telah menciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda-beda. Dia (Allah Swt) berfirman :
وَلَوۡ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَ ٰحِدَةًۖ وَلَا یَزَالُونَ مُخۡتَلِفِینَ {١١٨} إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَۚ
Artinya :“Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu”(Surat Hud, ayat 118).

Upaya untuk menghapus atau mengerdilkan orang lain akan dihadapi dengan upaya serupa, sehingga seluruh dunia masuk ke dalam konflik agama dan sektarian yang tidak tersisa dan tidak meninggalkan apa pun, dan hanya menyisakan kehancuran, malapetaka, keruntuhan, dan kerusakan.

Wajar jika ulama menjadi bendera pencerahan, bendera perdamaian, bendera dialog, bendera pemulihan hubungan, bendera kerukunan, bukan gelar perselisihan. Mereka berkumpul dan tidak terpecah, membangun dan tidak menghancurkan. Itulah yang harus kita lakukan, semua berjuang dan bekerja untuk mencapainya.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Afan Abdillah
#part 41

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *