Dr. KH. Marsudi Syuhud – Umat Islam Dilarang Mengelola Urusan Negara Tanpa Izin Penguasa


hobindonesia.id Di antara tindakan Nabi sebagai hakim adalah sabda-Nya Saw dalam gugatan cerai ketika seorang wanitanya (istrinya) Tsabit Ibn Qais datang kepada Nabi Saw lalu dia berkata :“Wahai Rasulullah, Aku tidak pernah mencela pada Tsabit Ibn Qais dalam budi pekerti dan tidak pula dalam agama. Akan tetapi aku benci kufur di dalam Islam”. Kemudian Rasulullah bertanya :“Apakah engkau menghendaki Kebun-nya ?”. Selanjutnya dia menjawab :”ya”. Rasulullah berkata :“Terimalah Kebun-nya dan talaklah dia dengan satu talakan” (Shohih Bukhari, Kitab ath-Thalaaq, Bab al-Khal’u wa Kaifiyah ath-Thalaaq fiih, Hadis Nomor 4990). Nabi bertindak sebagai nabi sekaligus hakim dan itu juga salah satu hal yang diatur oleh hukum di zaman kita dan harus ditaati dengan apa yang diatur oleh undang-undang yang dalam ilmu hukum Islam dikenal dengan menceraikannya hakim, dan memiliki kontrol yang sah dan legal.

Sejarah tentang hakim agung dari kisah di atas. Bagaimana seorang perempuan yang mendatangi nabi untuk diceraikan suaminya. Dalam penerapan modern diwujudkan dalam sebuah lembaga seperti halnya pengadilan. Jadi, kepolisian mahklamah agung dan kejaksaan agung adalah bentuk perwujudan pribadi nabi sebagai hakim. Dapat diambil kesimpulan bahwa lembaga semacam ini di Negara kita sudah sesuai bahkan termasuk mengadopsi dari Ajaran Rasulullah Saw

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud – Umat Islam Dituntut Untuk Mentaati Undang-Undang yang Mengatur Urusan Negara Dan Rakyat

Imam al-Qarafi Rahimahullah berkata : Mengenai watak-Nya Nabi Saw tentang imamah, itu adalah deskripsi yang berlebihan tentang kenabian, pesan, fatwa, dan penilaian, karena imam adalah orang yang mendelegasikan kebijakan publik kepada makhluk, mengendalikan kepentingan, menangkal kejahatan, menindas pelaku, membunuh penindas, menempatkan budak di negara, dan lain-lain dari hal yang semacam ini (al-Ihkaam fiy at-Tamyiizi al-Fataawaa ‘an al-Ahkaam wa Tasharrufaat al-Qaadliy wa al-Imaam, milik al-Qarafi, hal. 105).

Kemudian dia (al-Qarafi) berkata : Apa yang beliau Saw lakukan di jalur kepemimpinban adalah seperti membagi harta rampasan, menyebarkan uang pembendaharaan untuk kepentingan, membangun perbatasan, mengatur pasukan, memerangi pelacur, membagikan tanah pertanian di desa-desa dan mineral, dan seterusnya. Tidak boleh bagi seorang pun melakukannya tanpa izin imam masa kini karena beliau Saw melakukannya hanya dengan jalur imaamah (menjadi imam) dan tidak dibolehkan kecuali mendapat izinnya (izin imam). Maka izin tersebut menjadi undang-undang yang ditetapkan (al-Ihkaam fiy at-Tamyiizi al-Fataawaa ‘an al-Ahkaam wa Tasharrufaat al-Qaadliy wa al-Imaam, milik al-Qarafi, hal. 108. Lihat juga Kitab Tabshiratul Ahkaam fiy Usuulil Aqdliyyah wa Manaahijul Ahkaam, milik Ibn Farhoun j 1, hal. 12, 13). Karena ada firman Allah ta’ala :

وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Artinya :”Dan Kalian ikutilah dia, supaya kalian mendapat petunjuk”( Surat al-A’raf ayat 158).

Imam yang dimaksud kalau di Indonesia lebih familiar disebut dengan istilah penguasa, presiden, pemerintah, menteri atau jajarannya. Jadi, tidak boleh kita melakukan aksi yang itu sudah ada yang mengatur. Begitu juga tidak boleh ormas atau rakyat yang dalam gerakannya seolah-olah menggantikan tugas polisi atau tentara, atau seperti membagi-bagi pembendaharaan negara atau kalau di Indonesia semacam APBN yang tugas itu sejatinya sudah ada yang mengatur yakni menteri terkait. Walaupun itu adalah gerakan perintah agama, tetapi kalau tidak ada izin penguasa/pemerintah yang berkuasa saat itu maka itu menjadi haram. Karena adanya izin ini sudah menjadi syariat yang telah ditetapkan juga berdasarkan firman Allah Swt.
.
.
Pengajian Kitab فقه الدولة وفقه الجماعة (yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Baca Juga :Dr. KH. Marsudi Syuhud : Congratulatory of Global Peace Leaders Conference Korea 2010

Penulis: Afan Abdillah
#part 08

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *