Dr. KH. Marsudi Syuhud – Undang-Undang Bisa Berubah Karena Berbedanya Kondisi, Waktu Atau Tempat.


hobindonesia.id Cabang yang kedua menjelaskan tentang sistem UU dalam masyarakat itu sesungguhnya muncul atau hadir dikarenakan keadaan dan perkembangan ekonomi. Maka dengan sendirinya, adanya peraturan disebabkan karena adanya dan perubahan keadaan.

Pertama, pentingnya kajian ekonomi muncul dari sudut lain, yaitu jenis kegiatan ekonomi yang berlaku di masyarakat mana pun untuk menentukan berbagai sistemnya, baik sistem politik, sosial maupun ekonomi.

Maka, tidak ada sistem perbudakan dan feodalisme yang berlaku di dunia kemarin, kecuali merupakan ekspresi dari kondisi ekonomi yang berlaku saat itu. Kemunculan dan mendominasinya sistem-sistem sosialis di dunia saat ini bukanlah hasil dari kebetulan atau seleksi penguasa dari kalangan penguasa, melainkan merupakan hasil alami dari tahap tertentu perkembangan ekonomi di dunia.

Ketika membuat UU, adanya pro kontra dalam kebijakan yang sudah di buat, itu sudah biasa dalam negara demokrasi. Tapi, yang perlu dicatat sesungguhnya yang dilihat bukan dari banyaknya kritiknya melainkan dilihat dari kelemahan yang ada di dalam UU.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Konflik Antar Negara di Dunia Didominasi Oleh Latar Belakang Ekonomi

Kedua, apabila kita mengetahui dampak dari kondisi ekonomi dan perkembangan dalam mendefinisikan sistem hukum, kita tidak menyadari bahwa itu adalah satu-satunya atau pengaruh dominan. Maka, tidak diragukan lagi bahwa kemauan, tradisi, ikatan agama, cita-cita, aspirasi dan persepsi setiap orang, di antara faktor-faktor lain, juga berperan efektif dalam sistem hukum yang berbeda, terlepas dari situasi dan kondisi ekonominya.

Mungkin contoh terbesar dari masyarakat Islam di awal Islam, karena berkembangnya pengetahuan dan peradaban di lingkungan di mana alat-alat pengetahuan dan faktor-faktor kemajuan tersedia adalah suatu hal yang tidak asing. Adapun jika ilmu pengetahuan dan peradaban tumbuh subur di tanah tandus dan lembah yang tidak diolah, maka itu adalah keajaiban yang harus diamati sejak lama.

Ketiga, keterkaitan antara hukum dan ekonomi semakin meningkat, sesuai dengan perkembangan dan perluasan kegiatan ekonomi. Jika ekonomi adalah esensinya, maka hukum adalah bentuk yang diputuskan untuk mengatur dan melestarikan esensi ini.

Dengan semakin meluasnya bidang kegiatan ekonomi di era modern dan bahayanya yang semakin meningkat, kita menghadapi cabang hukum baru yaitu hukum ekonomi (Lihat profesor Prancis de Lobadier dalam kuliah musim 1971 dari Society for Political Economy and Legislation di Kairo, yang diterbitkan dalam Journal of Contemporary Egypt, Issue (344) April 1971, berjudul : les Problesem Souleves Par Le Cantrole Juridictionned De L’ administration En matier Economique En France).
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis: Affan Abdillah
#part 36

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *