Dr. KH. Marsudi Syuhud – Unsur Utama Kebijakan Ekonomi Dalam Islam Adalah Menjaga Keseimbangan Antara Kepentingan Individu dan Kelompok


hobindonesia.id Meneruskan penjelasan sebelumnya, dari awal kebijakan ekonomi ketuhanan adalah kebijakan ekonomi yang berbeda dari awal abad ke tujuh bukan mencontoh kapitalis atau sosialis. Dan Ekonomi pancasila tidak hanya fokus pada urusan individu saja, tidak hanya fokus pada kebijakan ekonomi kebersamaan saja melainkan mementingkan keduanya.

Dalam menerapkan ekonomi islam jangan memikirkan untuk kepentingan orang banyak, oleh sebab itu di dalam ekonomi islam hak individu dikasih kebebasan dan hak kebersamaan dikontrol oleh negara.

Sesungguhnya ekonomi islam hanya memelihara dua kemaslahatan dan mencoba untuk menyelaraskan antara keduanya. Dasarnya adalah bahwa kepentingan pribadi dan kepentingan publik saling melengkapi juga dalam melindungi salah satunya untuk melindungi yang lain. Dari sana, islam menjamin semua kepentingan pribadi dan publik, mencapai manfaat dari merawat masing-masing dan menyimpulkan kerugian dari menyia-nyiakan salah satunya.

Maka, unsur utama kebijakan ekonomi dalam islam adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kelompok. Inilah yang telah ungkapkan ayat yang mulia dengan sabda-Nya (Allah) taala : لاتظلمون ولا تظلمون (Surat al-Baqarah, ayat nomor 278). sabda-Nya (Allah) ta’alaa :” لاتبخسوا الناس أشياءهم”; dan hadis nabi :” لاضرر ولاضىرار” dan ucapan Nabi saw., :”Laa Tamna’uul Muslimiina Huquuqahum fa Takfiruuhum”.

Sungguh Rasul SAW., telah memberikan kepada kita sebuah metode yang sederhana, namun memiliki makna yang dalam pada mendamaikan kepentingan pribadi dan publik dengan ucapan-Nya :”Inna Qauman Rakibuu Safiinatan fa-Qtasamuu fa Shaara Likullin Minhum Maudli’un, fa Naqara Rajulun Minhum Maudli’ahu bi Fa’sihi, fa Qaaluu Lahu Maadzaa Tashna’u ?, Qaalaa Haadzaa Makaaniy Ashna’u Fiihii maa asyaa’a, fa in Akhadzuu ‘alaa Yadihi Najaa wa Najau, wa in Tarakuuhu Halaka wa Halakuu”.(Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dan at-Tirmidzi).

Dalam keterangan hadits diatas, bisa anda artikan bahwa anda tidak bisa hidup sendiri. Meskipun setiap individu mempunyai hak – haknya sendiri. Tapi, tetap menjaga kemaslahatan umum, kepentingan gotorong royong juga harus dijunjung bersama-sama. Berarti dalam sistem ekonomi pancasila juga harus memastikan kebijakan keduanya harus jalan secara bersama.

Disamping itu dalam penerapannya, solusi-solusi ekonomi islam dibedakan dari solusi ekonomi kapitalis atau ekonomi sosialis lainnya; sebagai buah rekonsiliasi antara kepentingan individu dan kepentingan kelompok. Kami tunjukkan di atas dalam tiga bidang utama, yaitu; 1). Bidang kebebasan ekonomi dan intervensi negara dalam kegiatan ekonomi, 2). Bidang kepemilikan dan; 3). Bidang distribusi.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Dalam Ekonomi Islam Usaha Negara Tidak Hanya Menguntungan Individu

في مجال الحرية ا لاقتصادية وتدخل الدولة في النشاط الاقتصادي

1.- Bidang kebebasan ekonomi dan intervensi negara dalam kegiatan ekonomi

أولا : في الاقتصاد الرأسمالي Pertama, dalam ekonomi kapitaslis : prinsipnya adalah kebebasan individu untuk menjalankan kegiatan ekonominya. Sedangkan pengecualiannya adalah campur tangan negara dalam kegiatan ekonomi dan pelaksanaan beberapa aspek dari kegiatan tersebut bila diperlukan.

Tidak diragukan lagi bahwa menilai kebutuhan ini dalam arti mempersempit atau memperluas intervensi negara dan menjalankan beberapa aspek kegiatan ekonomi, adalah karena keadaan waktu dan tempat. Tetapi perekonomian tetap kapitalis, selama pengecualian tidak lagi berlaku.

شانيا : في الاقتصاد الاشتراكي Kedua, dalam ekonomi sosialis : prinsipnya adalah campur tangan negara dan keterasingannya dari aktivitas ekonomi. Sedangkan pengecualiannya adalah membiarkan individu mempraktikkan beberapa aspek aktivitas ekonomi.

Ini adalah pengecualian yang mungkin mempersempit atau meluas, tergantung pada keadaan masing-masing masyarakat. Tetapi ekonomi tetap sosialis, selama pengecualian tidak lagi berlaku.

شالشا : في الاقتصاد الإسلامي Ketiga, dalam ekonomi islam : kebebasan ekonomi individu, campur tangan negara dalam kegiatan ekonomi dan eksklusivitasnya dalam beberapa aspek kegiatan ini adalah seimbang.
.
.
Pengajian Kitab السياسة الاقتصادية الاسلامية (Islamic Economic Policy) Bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Penulis : Afan Abdillah
#part 18

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *