Dr. KH. Marsyudi Syuhud – Jadilah Santri yang Percaya Diri dan Berani


hobindonesia.id Melakukan apa saja anda harus mengetahui tujuan dan arahnya ingin kemana. Dengan melakukan step diawali dari memulai, merencanakan dan menyelesaikan.

Maka dari itu, setiap melakukan apa saja anda harus memiliki pertanyaan terkait resiko dan manfaat dari hal tersebut untuk diri anda seperti apa?
1. Hal terburuk apa yang akan terjadi padaku?
2. Hal terbaik apa yang akan terjadi padaku?

Ketika anda sudah memiliki jawaban dari keduanya, dari jawaban itulah anda bisa melakukan hal yang anda inginkan.

Manfaat dan madharat harus anda ketahui lebih dulu, sebelum melakukan sesuatu yang anda inginkan. Sebab ketika anda sudah melakukan itu akan muncul sifat syajaah ‘berani’.

Sebab pada dasarnya, setiap detiknya orang akan melaksanakan sifat berani. Sebenarnya tidak cukup untuk berani saja, tapi harus berhati – hati lagi untuk mengakalkulasikan setiap resiko.

Karena keyakinan dan keputusan yang anda ambil di dalamnya pasti ada resiko.

Baca Juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Orang Sukses Harus Berani Memulai dan Menyelesaikan

Sebelum melangkah lebih jauh, anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu keberanian. Berani adalah ketika anda melakukan apa saja harus dilandasi dengan tekad di dalam pikiran dan langsung diimplementasikan dengan action. Dan membuat planning sebaik mungkin dengan diiringi usaha yang keras.

Kalau tidak ada ‘syajaah’ yang menempel di dalam diri anda, sepertinya diri anda tidak ada gunanya sama sekali “makan tidur, makan tidur saja,” tanpa ada tujuan yang pasti.

Jangan anda terbiasa melakukan sesuatu tidak sampai selesai. Itu tandanya orang yang gagal.

Dari Anas ibn Malik bercerita “ada seseorang lelaki di sisi rosulullah SAW, tiba tiba ada orang lain lewat, terus berkata
“sesungguhnya aku mencintai orang ini”

“adakah engkau sudah memberi tahu kepada orang tersebut, kalau anda mencintainya”

“belum”

“kasih tau dia,”
Lalu lelaki itu menemuinya dan berkata:
“I ilove you because of our God”

Orang yang ditembak menjawab “mudah-mudahan Allah memberikan cintamu kepada saya karena Dia”.

Dari cerita di atas bisa anda simpulkan bahwa dalam urusan mencintai saja harus muncul sifat keberanian, kalau seseorang kehilangan sifat sajaah, akan kehilangan kesempatan.

Jika anda sudah memiliki sifat berani, berarti anda sudah dalam tahap action.

Jika anda sudah membuat rencana, dan sudah di jalankan, itu artinya anda sudah berani, begitupun sebaliknya. Itulah kekuatan jati diri anda. Ia menjadikan anda melihat pada ketakutan seolah-olah anda mengatakan kepadanya anda tidak mampu diposisiku saat ini, saya tahu mengapa? Itu karena anda temanku, keluargaku dan kamu ( ketakutan) selalu bersamaku, aku tidak takut denganmu (ketakutan), aku berharap dan menghendaki anda akan menemukan ketakutan dan dia ( ketakutan) berkata kepadamu : aku ada dalam hidupmu supaya kamu menjadi lebih baik, menjadi lebih maju, dan jauh dari kebiasaan buruk. Ketika anda merokok maka tinggalkanlah karena itu kebiasaan yang tidak baik dan anda akan menemukan efeknya di akhir. Jika anda bisa menguasai rasa takut tersebut maka anda tidak bisa dipengaruhi oleh apapun lagi.
.
.
~Pengajian Kitab ايقظ قدرتك واصنع مستقبلك “Bangkitkan kemampuan anda dan ciptakan masa depan anda” bersama Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Dr. KH. Marsudi Syuhud.

Oleh : milati

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *